Categories: Wisata

Umbul Ponggok Tetap Buka Ditengah Pandemi Corona

Klaten, saktenane.com

Umbul Ponggok Tetap Buka ditengah pandemi virus corona (Covid-19) namun tidak mengabaikan prosedur pencegahan Virus Corona

‎Merebaknya wabah COVID-19 atau virus corona mulai berimbas terhadap objek wisata yang ada di Kabupaten Klaten, salah satunya yang terjadi di Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Junaedi Mulyono mengatakan, pengaruh virus corona sangat luar biasa.

“Meski ada pengunjung yang datang namun jumlahnya mengalami penurunan yang sangat drastis,” kata Junaedi, Selasa (17/03/2020).

Menurutnya, pengelola objek wisata tidak bisa menolak kunjungan yang sudah melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari.

“Di musim penghujan saja, pengelola sudah harus menanggung biaya gaji karyawan 
yang cukup tinggi. Dengan ditambah lagi kasus Corona ini kemungkinan untuk gaji karyawan kita sudah kewalahan,” jelasnya.

Menurutnya, jika kejadian luar biasa (KLB) diperpanjang hingga 29 Mei mendatang tentu akan menambah beban perekonomian di desa.
Hal tersebut karena banyak warga yang menggantungkan kegiatannya di objek wisata ataupun UMKM yang ada disini.

‎Menurut Kades Ponggok, terhadap pengunjung yang datang, pengelola telah menerapkan standar operasional yang sangat ketat.

“Kita menyediakan tes suhu badan dan semua yang masuk harus diasap menggunakan uap antiseptik termasuk juga kita sediakan untuk cuci tangan (Hand sanitizer),” kata kades.

Ia menambahkan, pengelola tetap waspada terkait perkembangan dan akan tetap memantau terus. Bila keadaan semakin ke sini semakin urgent maka pengelola akan menutup objek Umbul Ponggok.

“Pengunjung Umbul Ponggok mengalami penurunan sampai di angka 70 persen. Dari yang tiap bulannya antara 20 sampai 25 ribu, mulai bulan ini kita mengalami penurunan drastis,” jelasnya.

Menurut Junaedi, sejak isu Wuhan mengemuka,  jumlah pengunjung mengalami penurunan yang sangat drastis.

 “Di bulan Pebruari dan Maret kita mengalami drop sehingga pengelola menjadi kewalahan untuk membayar gaji karyawan. Dan kami terpaksa harus mencari dana talangan,” pungkasnya. 
(ino)

ino

Recent Posts

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

2 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

2 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

3 bulan ago

Tanggul Jebol, Pasar Cawas Lumpuh Total

Klaten, saktenane.com Tanggul  Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…

3 bulan ago

Polres Klaten Berhasil Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…

3 bulan ago

Bupati Klaten Ngabuburide ke Masjid Al Amin Pluneng

Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…

3 bulan ago