Categories: Umum

Gus Nabil: Penanganan Covid-19 Tidak Boleh Tumpang Tindih

Klaten, Saktenane.com

Penanganan Covid-19 tidak boleh tumpang tindih, itu disampaikan Gus Nabil sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi lingkup bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan, sesaat sebelum acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI di desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Minggu (21/06/2020).

Muhammad Nabil Haroen mengatakan, dalam penanganan Covid-19 pemerintah tidak boleh berpuas diri. Pihaknya, selaku fungsi pengawasan menemukan kebijakan dilintas kementrian yang tumpang tindih.

“Kebijakan di tingkat kementrian yang selalu saya pantau dan selalu saya ingatkan pada pemerintah supaya penanganan Covid-19 untuk protokol kesehatan itu melalui satu pintu,” ujarnya.

DPR RI menilai penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah sudah berjalan dengan baik. Diharapkan semua masyarakat yang terdampak benar-benar merasakan sentuhan pemerintah, mengingat setiap anggaran sudah diserahkan kepada masing-masing daerah untuk dipergunakan sesuai peruntukannya.

Menurut dia, kebijakan Kementrian yang tumpang tindih atau membuat kebijakan sendiri- sendiri itu yang menjadikan overlapping dan membingungkan masyarakat.

“Pengawasan DPR RI juga ditujukan dalam pembiayaan untuk penanganan Covid-19 yang berjumlah ratusan trilyun betul-betul tepat sasaran atau tidak. Termasuk Bansos, penyediaan alat-alat infrastruktur dan alat kesehatan lainnya,” jelas Gus Nabil.

Gus Nabil berharap, dalam waktu yang tidak lama, pendemi ini segera berakhir, karena sesungguhnya kekuatan dalam melawan Covid-19 bukan dari pemerintah melainkan masyarakat itu sendiri.Sebagai anggota DPR RI, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini sudah taat dan disiplin membantu bersama melawan Covid-19.

Sementara pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Aula Balai Desa Bero, Kecamatan Trucuk ini merupakan kegiatan tahunan dengan bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Pelaksanaan sosialisasi tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menerapkan jaga jarak, semua yang hadir memakai masker dan sebelum memasuki ruangan harus cuci tangan pakai sabun. (red)

ino

Recent Posts

Yaqowiyu, Menko Perekonomian Ikut Sebar Ribuan Apem

Klaten, saktenane.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem…

4 minggu ago

Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 Dikukuhkan

Klaten, saktenane.com Acara Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten…

4 minggu ago

Tari Payung Juwiring Tampil Dalam Puncak Peringatan Hari Jadi Klaten Ke-222

Klaten, saktenane.com Tari Payung Juwiring tampil dalam acara puncak Peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 di…

4 minggu ago

Wakil Ketua Komite I DPD RI Muhdi: Pendidikan Harus Dinikmati Semua Masyarakat

Klaten, saktenane.com Wakil Ketua Komite I DPD RI  Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum. menekankan, pendidikan…

1 bulan ago

86 Desa/Kelurahan di Klaten Terima Penghargaan Layak Anak

Klaten, saktenane.com Sejumlah 86 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten menerima penghargaan sebagai Desa/Kelurahan Layak Anak Tahun…

1 bulan ago

Ratusan Produk Unggulan UMKM-IKM Unjuk Gigi di Klaten Fair 2026

Klaten, saktenane.com Ratusan produk unggulan UMKM-IKM lokal unjuk gigi dalam acara Klaten Fair 2026. Acara…

1 bulan ago