Gunungkidul, saktenane.com
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum siap melayani rapid antigen yang digunakan oleh masyarakat untuk keperluan perjalanan keluar masuk daerah.Hal tersebut dikarenakan belum tersedianya sarana untuk rapid antigen.
Kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan masyarakat yang melajukan perjalanan keluar masuk daerah termasuk di DIY tidak didukung oleh sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, bahwa kebijakan rapid antigen merupakan kebijakan yang tiba-tiba dan baru diumumkan pekan lalu. Pemerintah Gunungkidul, kata dia, belum bisa menerapkan kebijakan tersebut lantaran tidak didukung tersedianya sarana.
“Di Gunungkidul rapid antigen kami belum menyiapkan untuk itu,” kata Dewi Irawaty kepada awak media di Logandeng, Playen, baru-baru ini.
Pihaknya mengaku harus memasukkan pengadaan rapid antigen ke dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) terlebih dulu. Setelah itu baru pemerintah bisa membelanjakan peralatan rapid antigen.
“Untuk anggaran sebenarnya ada, cuma kita harus masukkan dulu ke DIPA untuk dibelanjakan,” katanya. (ino)
Klaten, saktenane.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tangkap…
Klaten, saktenane.com Beredar kabar, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dijemput KPK pada Kamis (15/10/2026) pagi.…
Klaten, saktenane.com Memasuki masa purna tugas, Kepala Sekolah SDN 3 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten,…
Klaten, saktenane.com Warga Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten mengeluhkan pekerjaan P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata…
Klaten, saktenane.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem…
Klaten, saktenane.com Acara Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten…