Surakarta, saktenane.com
Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Surakarta akan dilaksanakan Juli 2021, seluruh pihak harus bekerja sama menciptakan kondisi yang sehat dan aman, mulai dari pemerintah, sekolah hingga orang tua.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa dalam rangkaian Mider Projo meninjau kesiapan PTM, Jumat (19/03/2021).
Terdapat empat sekolah swasta yang ditinjau dalam Mider Projo kali ini, yang pertama SMP Muhammadiyah Simpon, kemudian SMP Marsudirini, SD Muhammadiyah 1, dan terakhir di SMP Widya Wacana.
Teguh menegaskan, keselamatan anak didik harus menjadi fokus utama. Oleh karenanya, kesiapan sarana prasarana, kesiapan orang tua siswa, dan penerapan protokol kesehatan harus dipastikan.
“Yang utama adalah keselamatan anak didik kita dan keselamatan seluruh stakeholder yang ada di dunia pendidikan. Jangan sampai terjadi penularan secara masif dari sekolah,” tegasnya.
Teguh juga mengingatkan, tanggung jawab keamanan dan keselamatan anak bukan hanya berada di pihak sekolah saja ketika PTM berlangsung. Orang tua murid pun harus mengambil sikap dalam edukasi protokol kesehatan 5M, yaitu wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, menjaga jarak kepada anak mereka serta menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas.
Orang tua wajib menyiapkan bekal makanan dari rumah. Ketersediaan alat tulis, dan keperluan sekolah lainnya harus benar benar diperhatikan dan tidak diperbolehkan meminjam. Orang tua juga mempunyai tanggung jawab keselamatan anak dengan mengantar jemput dari rumah ke sekolah dan sebaliknya.
Dua orang siswa, Natanael dan Aulia dari sekolah yang berbeda mengatakan kesiapannya untuk mengikuti pelajaran di sekolah seperti biasa.
“Ya saya sangat ingin kembali sekolah bersama teman belajar bersama. Sudah lama tidak merasakan bimbingan guru dan belajar bersama. Saya ingin mendapat ilmu langsung,” kata Aulia.
Widodo salah satu orang tua murid, menyatakan persetujuannya bila siswa bersekolah kembali.
“Anak sudah jenuh di rumah. Tidak ada kegiatan lain selain bermain game lewat hape. Tapi protokol kesehatan 5 M harus dijaga,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinasi seluruh sekolah dan mendata sekolah yang siap untuk melakukan PTM.
“Para guru sudah divaksin semua. Dan harapannya segera tahun ajaran baru mulai, pembelajaran di kelas sudah bisa dilakukan,” jelasnya. (ino)
Klaten, saktenane.com Sejumlah 86 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten menerima penghargaan sebagai Desa/Kelurahan Layak Anak Tahun…
Klaten, saktenane.com Ratusan produk unggulan UMKM-IKM lokal unjuk gigi dalam acara Klaten Fair 2026. Acara…
Klaten, saktenane.com SMP Negeri 1 Kebonarum Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi anti narkoba, pada Sabtu (18/07/2026)…
Klaten, saktenane.com Ribuan orang menonton pagelaran wayang kulit dalam rangka tasyakuran keluarga Raden Bambang Sridaya.…
Klaten, saktenane.com Beda dari biasanya, Festival Gejog Lesung Kabupaten Klaten tahun 2026 dilaksanakan pada sore…
Klaten, saktenane.com Kelompok Tani Ngudi Rukun Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten menggelar adat tradisi…