Umum

Pecinta Alam Tanam Seribu Pohon di Lereng Gunung Sindoro

Temanggung, saktenane.com

Puluhan komunitas pencinta alam dari dalam dan luar Kabupaten Temanggung mengikuti gerakan Maraton Konservasi, menyosong program Basarnas Emas yang diselenggarakan oleh Basarnas, bekerja sama dengan PT Perhutani dan Gabungan Remaja Anak Sindoro (Grasindo). Kegiatan ini dipusatkan di Lereng Gunung Sindoro, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Minggu (23/1/2022)

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian Orang (SARDA) Semarang Heru Suhartanto mengatakan, kegiatan Maraton Konservasi sudah dilaksanakan sejak November 2021 dan akan ditutup di Ungaran pada 12-13 Februari 2022.

Ia menyampaikan, Maraton Konservasi untuk menyambut ulang tahun emas Basarnas, dengan penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya untuk mitigasi bencana.

“Tujuannya untuk mitigasi bencana alam, utamanya di wilayah Kedu Utara, sehingga bisa menjadi upaya pencegahan terjadinya longsor, banjir dan kekeringan mata air,” ujarnya di sela kegiatan.

Ketua penyelenggara kegiatan, Arifin mengatakan, gerakan ini akan menanam 1.000 bibit pohon di kawasan hutan lindung milik Perhutani KPH Kedu Utara, tepat di sekitar pos satu jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung.

“Yang ikut sejumlah 30 komunitas asal Magelang, Semarang, Wonosobo, dan berbagai daerah lainnya, dengan jumlah peserta 800 orang,” terangnya.

Ia menambahkan, penanaman di lokasi tersebut dimaksudkan untuk menjaring atau mengembalikan debit mata air yang saat ini memang telah berkurang banyak.

“Inti kegiatan ini adalah menangani darurat mata air di wilayah Sindoro,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Toifur Hadi menyampaikan, kegiatan Maraton Konservasi ini selaras dengan program Sabuk Gunung yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, program ini sangat penting untuk menyelamatkan 13.000 hektare lahan kritis dan menjaga Temanggung agar tetap hijau.

Ia menyampaikan, lebih dari 700 mata air ada di Temanggung, 28 di antaranya bahkan digunakan sebagai sumber air baku PDAM Tirta Agung.

Selain itu, juga dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sehari-hari dan produksi air mineral kemasan. Namun, beberapa mata air sudah banyak yang mati dan mengecil debitnya, terutama saat musim kemarau.

“Oleh karena itu, tugas kita bersama untuk menjaga mata air-mata air kita ini. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Bukan hanya saat ini, tetapi demi anak cucu kita nanti,” tandasnya.**

ino

Recent Posts

Yaqowiyu, Menko Perekonomian Ikut Sebar Ribuan Apem

Klaten, saktenane.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem…

3 minggu ago

Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 Dikukuhkan

Klaten, saktenane.com Acara Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten…

3 minggu ago

Tari Payung Juwiring Tampil Dalam Puncak Peringatan Hari Jadi Klaten Ke-222

Klaten, saktenane.com Tari Payung Juwiring tampil dalam acara puncak Peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 di…

4 minggu ago

Wakil Ketua Komite I DPD RI Muhdi: Pendidikan Harus Dinikmati Semua Masyarakat

Klaten, saktenane.com Wakil Ketua Komite I DPD RI  Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum. menekankan, pendidikan…

4 minggu ago

86 Desa/Kelurahan di Klaten Terima Penghargaan Layak Anak

Klaten, saktenane.com Sejumlah 86 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten menerima penghargaan sebagai Desa/Kelurahan Layak Anak Tahun…

1 bulan ago

Ratusan Produk Unggulan UMKM-IKM Unjuk Gigi di Klaten Fair 2026

Klaten, saktenane.com Ratusan produk unggulan UMKM-IKM lokal unjuk gigi dalam acara Klaten Fair 2026. Acara…

1 bulan ago