Umum

Cegah Penularan Omicron, Bupati Jepara Rapatkan Barisan

Jepara, saktenane.com

Untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 (Omicron) ke Kabupaten Jepara, Bupati Jepara Dian Kristiandi merapatkan barisan jajaran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan, seperti tahun-tahun lalu, menjelang bulan puasa dan lebaran muncul gerakan-gerakan masyarakat, yang sangat berpotensi penyebaran Covid-19. Sehingga, menurutnya hal tersebut perlu diantisipasi mulai dari sekarang.

“Kita pernah di angka nol kasus Covid-19, namun awal Januari hingga Februari ini kembali muncul 98 kasus Covid-19 di Jepara. Ini perlu langkah cepat kita,” kata Andi, sapaan akrabnya pada rapat koordinasi terkait evaluasi Covid-19 di Kabupaten Jepara di Gedung Shima Kantor Setda Kabupaten Jepara, Senin (7/2/2022).

Disampaikan, saat ini, vaksinasi dosis pertama di Jepara sudah memenuhi 83 persen, sedangkan untuk dosis kedua 53 persen. Sehingga, percepatan vaksinasi tersebut perlu terus didorong, termasuk vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun dan vaksinasi lanjut usia (lansia).

Pada kesempatan ituupati mengajak perangkat desa dan jajarannya untuk menanamkan kembali bentuk antisipasi. Jangan sampai pada bulan puasa dan lebaran nanti terjadi lonjakan kasus seperti tahun lalu.

“Saya minta jajaran pemkab, dengan dukungan TNI dan Polri mendukung. Jangan sampai upaya kita dua tahun ini untuk melakukan pencegahan Covid-19 tidak berarti,” katanya.

Sekda Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, varian Omicron ini sangat hebat. Sehingga, diperlukan antisipasi dan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak terjadi kepanikan.

“Saat ini pergerakan masyarakat yang semakin bebas, seolah sudah tidak ada Covid-19. Untuk itu, perlu ditekankan kembali peran Jogo Tonggo,” ungkap sekda.

Tim Ahli Covid-19 Jepara dr Nur Kukuh menyampaikan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19, akan lebih baik jika kembali dilaksanakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), di wilayah Kabupaten Jepara, meskipun belum ada instruksi dari pemerintah pusat.

Tim Ahli lainnya dr M Fachrudin mengatakan, harus ada keseimbangan antara 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mambatasi mobilitas dan 3 T (testing, tracing, dan treatment).

“Covid ini tidak dapat diprediksi, namun polanya bisa diprediksi. Harus mengedepankan ventilasi, durasi, dan jarak (VDJ),” katanya.

ino

Recent Posts

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

1 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

2 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

2 bulan ago

Tanggul Jebol, Pasar Cawas Lumpuh Total

Klaten, saktenane.com Tanggul  Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…

2 bulan ago

Polres Klaten Berhasil Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…

2 bulan ago

Bupati Klaten Ngabuburide ke Masjid Al Amin Pluneng

Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…

2 bulan ago