Umum

Pengobatan Alternatif ini Diduga Belum Kantongi Ijin Dinkes

Klaten, saktenane.com

Pengobatan alternatif yang berada di wilayah Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten diduga belum memiliki ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Kajian Dan Pengawasan Republik Indonesia, Joko Mursito saat melakukan kunjungan ke tempat pengobatan alternatif terapi kesehatan tersebut, Kamis (08/08/2024) pagi.

Joko Mursito mengatakan, semua perijinan yang ditunjukkan oleh pengelola hanya perijinan lingkungan, pemberitahuan ke polsek dan lainnya.

“Untuk ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten belum ada,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan,untuk segala bentuk pengobatan mesthinya harus ada ijin dari Dinas Kesehatan setempat. Karena tidak semua penyakit yang diderita pasien itu dapat disembuhkan dengan satu alat.

“Pengobatan itu tidak boleh main-main, harus ditangani oleh orang yang profesional dan bersertifikat. Alatnyapun harus ada sertifikasi dan standarisasinya, tidak boleh sembarangan,” tandasnya.

Menurut Joko Mursito, dalam waktu dekat pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat sekitar.

“Karena ini kedepannya akan berujung ke penjualan alat terapi, maka harus ada ijin yang jelas dari instansi terkait. Juga masalah parkir yang dikeluhkan masyarakat, membuat macet jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas,” terang Joko.

Sementara itu Manajer Ondol Klaten, Kharis Luqman Hakim mengatakan, usaha terapi kesehatan yang dijalankan sejak bulan Juni 2024 silam ini sudah cukup dikenal di masyarakat, sehingga pasien yang datang bisa mencapai 612 orang setiap harinya.

“Untuk hasil yang maksimal, disarankan pasien untuk datang terapi setiap hari. Karena kondisi penyakit pasien yang berbeda-beda, ada yang kronis ada yang tidak, maka sebaiknya datang setiap hari, tidak dipungut beaya,” ujarnya.

Lanjut Luqman, bagi pasien yang tidak punya waktu dan ingin membeli alat terapinya dipersilahkan.

“Bagi yang punya kemauan dan kemampuan,silahkan. Bagi yang tidak mampu jangan dipaksakan karena harganya mahal, bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Sedangkan saat disinggung mengenai permasalahan parkir,ia mengakui pihaknya baru mencari solusi terbaik.

“Karena pasien sangat banyak tentu berdampak terhadap masalah parkir. Bahkan sampai ada yang parkir mobilnya di dekat alun-alun sana. Kami sedang berusaha mencari solusi,” ucapnya. (ino)

ino

Recent Posts

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

2 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

2 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

3 bulan ago

Tanggul Jebol, Pasar Cawas Lumpuh Total

Klaten, saktenane.com Tanggul  Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…

3 bulan ago

Polres Klaten Berhasil Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…

3 bulan ago

Bupati Klaten Ngabuburide ke Masjid Al Amin Pluneng

Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…

3 bulan ago