Klaten, saktenane.com
Anggota Perkumpulan Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara (PTRTU) Indonesia dilarang keras melakukan pengisian freon pada refrigerator dan air conditioner (AC), seperti yang sedang marak dilakukan oleh teknisi refrigerator dan AC belakangan ini. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPW PTRTU Indonesia Kabupaten Klaten Sardi menjawab pertanyaan awak media terkait fenomena yang marak belakangan ini. Demi meraup keuntungan yang lebih besar, teknisi melakukan pengisian freon dengan gas elpiji tabung 3 kilogram ( gas melon) yang notabene merupakan bahan bakar gas bersubsidi dan tidak diperuntukan sebagai pengganti freon.
Sardi menyatakan, semua anggota PTRTU Indonesia dalam menjalankan pekerjaannya selalu mengacu pada Standard Operating Procedure (SOP). PTRTU melarang keras penggunaan gas elpiji untuk pengganti freon.
“Menggunakan gas elpiji sebagai pengganti freon memang dilakukan beberapa oknum teknisi, tapi bukan anggota PTRTU Indonesia. Itu merupakan tindakan ilegal dan menyalahi SOP,” tegas Sardi di sela-sela acara Silaturahmi Nasional Ke-2 PTRTU Indonesia di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Sabtu (28/09/2024) pagi.
Lebih lanjut Sardi menjelaskan, dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sebagai teknisi, PTRTU juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk mencegah pencemaran lingkungan dan kerusakan ozon.
” Kami sering melakukan pertemuan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam menjalankan pekerjaanya. Bahkan bila kami saat memperbaiki kulkas atau AC dan masih menemukan freon yang model lama, yang sudah dilarang pemerintah, maka akan kami ganti dengan freon yang baru, yang sudah ramah lingkungan. Freon lama kani sedot dan kami simpan ditempat yang aman sehingga tidak mencemari lingkungan,” tandasnya.
Untuk masyarakat, Sardi berpesan, ketika membeli lemari es (kulkas) hendaknya membeli yang sudah ramah lingkungan. Jangan membeli produk lama yang tidak ramah lingkungan meskipun harganya lebih murah.
“Belilah yang sudah menggunakan freon yang ramah lingkungan. Cirinya ada Name Plate di bagian belakang unit,” imbau Sardi.
Sedangkan tujuan diadakan Silatnas ini, menurut Sardi, selain mempererat silaturahmi juga menjadikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan para installer mengenai berbagai hal terkait perkembangan pada industri solusi tata udara.
“Dalam silatnas kedua ini akan ada tiga pokok perhatian dari anggota PTRTU yaitu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dimana sering ada teknisi AC yang kesetrum saat instalasi peralatan, yang kedua yaitu berorientasi kerja sama pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelematkan lapisan ozon karena kalo sembarangan gas pendingin dipakai yang dilarang oleh pemerintah sangat bahaya kita pakai retrovit, selain itu harus sering kumpul bareng satu visi untuk kemajuan masing-masing daerah,”ujarnya. (ino)
Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…
Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…
Jakarta, saktenane.com Bupati pekalongan Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Operasi Tangkap Tangan…
Klaten, saktenane.com Tanggul Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…
Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…
Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…