Klaten, saktenane.com
Robohkan bangunan liar, petugas gabungan di Klaten menemukan banyak alat kontrasepsi di lokasi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut dijadikan tempat transit atau persinggahan sementara bagi aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi awal bangunan (prostitusi terselubung).
Menurut keterangan warga sekitar, lokasi itu pada awalnya hanya berupa pangkalan ojek dan satu dua warung kecil. Namun seiring waktu, bangunan bertambah hingga menjadi deretan warung yang indikasinya disalahgunakan.
“Warung pertama sudah ada sejak lama, lalu bertambah sampai kemudian digunakan untuk kegiatan prostitusi. Yang paling marak terjadi dalam lima tahun terakhir,” ujar warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Keluhan masyarakat yang semakin banyak membuat pemerintah desa bersama aparatur keamanan bersepakat melakukan penertiban bangunan warung di jalan Gondang-Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Bangunan tersebut dirobohkan dengan alat berat pada Kamis (04/12/2025) pagi.
Kepada awak media, Kasatpol PP Klaten, Joko Hendrawan menyampaikan, pembongkaran 14 bangunan liar tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).
“Dalam perda tersebut jelas diatur bahwa bangunan yang berdiri di atas tanah tanpa izin serta digunakan untuk kegiatan yang melanggar norma sosial dapat ditertibkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, aktivitas yang mengarah pada prostitusi jelas melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2013.
“Maka kami bertindak agar lingkungan tetap aman, tertib, dan bersih,” tandasnya.
Menurut Kasatpol PP, penertiban ini diharapkan menjadi titik awal pengendalian terhadap bangunan liar yang selama ini dibiarkan berkembang. Selain demi keamanan dan ketertiban umum.
“Tindakan ini juga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” umgkapnya.
Ia menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Jika ditemukan kembali bangunan liar atau aktivitas serupa, penindakan akan dilaksanakan tanpa menunggu protes warga berlarut-larut.
“Dukungan masyarakat sangat besar agar tempat ini dibersihkan. Kami merespons cepat dan berharap ke depan tidak ada lagi bangunan liar,” tandasnya. (i&o)
Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…
Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…
Jakarta, saktenane.com Bupati pekalongan Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Operasi Tangkap Tangan…
Klaten, saktenane.com Tanggul Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…
Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…
Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…