Jakarta, saktenane.com
Dalang kondang asal Klaten, Ki Mulyono Purwo Wijoyo yang juga pemilik chanel youtube Sanggar Cemara, ditangkap KPK dalam operasi senyap di Banjarmasin, Rabu (04/02/2026).
Dalang kondang tersebut terkena OTT KPK bukan karena profesinya sebagai dalang, namun karena ia menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin. Ia diduga terlibat dalam kasus suap restitusi pajak.
Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT Buana Karya Bhakti (BKB).
Mereka ialah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono, Dian Jaya Demega selaku fiskus yang menjadi anggota tim pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin dan Venasius Jenarus Genggor alias Venzo selaku Manajer PT BKB.
Para tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama terhitung mulai hari ini hingga 24 Februari 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkapkan, operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Mulyono, berkaitan dengan kepentingan bisnis sektor perkebunan kelapa sawit.
“Pada kasus ini, KPK menjerat pihak pajak dan swasta dalam dugaan suap pengurusan restitusi pajak,” ujar Budi, Kamis (05/02/2026).
Ia menyebutkan, pihak swasta yang terlibat berasal dari PT Buana Karya Bhakti (BKB), perusahaan perkebunan kelapa sawit. Perusahaan tersebut diduga menyuap petugas pajak untuk memuluskan pencairan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN).
“Sejumlah tiga orang yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dua orang merupakan fiskus, salah satunya Kepala KPP Madya Banjarmasin, dan satu orang dari pihak PT BKB selaku wajib pajak,” ungkapnya.
Menurut Budi, OTT ini bermula dari informasi adanya pengondisian dalam proses restitusi PPN di KPP Madya Banjarmasin. Nilai restitusi yang diajukan PT BKB, yang bergerak di bidang produksi CPO dan inti sawit, disebut mencapai puluhan miliar rupiah.
“Melalui operasi senyap yang dilakukan Rabu (4/2), tim KPK mengamankan uang tunai lebih dari Rp 1 miliar. Uang tersebut diduga sebagai commitment fee dari pihak perusahaan kepada penyelenggara negara,” terangnya.
ia menjelaskan, ketiga pihak yang diamankan, yakni Mulyono selaku Kepala KPP Madya Banjarmasin, seorang ASN di lingkungan kantor tersebut, serta perwakilan manajemen PT BKB, langsung dibawa ke Jakarta pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.
“Setibanya di Gedung KPK, Jakarta, ketiganya menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri alur dana serta peran masing-masing pihak,” paparnya.
Ia menegaskan, KPK telah menggelar ekspose perkara. Sesuai aturan, status hukum para pihak akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam. KPK dijadwalkan mengumumkan penetapan tersangka dan konstruksi perkara secara resmi dalam konferensi pers sore ini. (i&o)
Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…
Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…
Jakarta, saktenane.com Bupati pekalongan Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Operasi Tangkap Tangan…
Klaten, saktenane.com Tanggul Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…
Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…
Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…