Categories: Wisata

Taman Goro Sampah Diharap Jadi Sumber PAD Desa Ngawonggo Ceper

Klaten, saktenane.com

Di era sekarang ini, desa berlomba- lomba untuk mendatangkan PAD (pendapatan asli desa) agar desa menjadi mandiri dan tidak ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah.

Untuk itu desa memanfaatkan dana desa yang merupakan bantuan dari APBN untuk berinvestasi, sehingga kelak apabila dana desa sudah tidak dikucurkan, desa bisa membeayai pembangunan dari hasil PAD.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Desa ini membangun taman yang berdampingan dengan kebun sayur, kolam ikan dan bank sampah. Taman di tepi sungai ini dibangun dengan dana desa dan bantuan pihak ketiga. Taman ini dinamakan Taman Goro Sampah (Gotong Royong Selamatkan Bumi Dari Sampah).

Kepala Desa Ngawonggo Muhammad Ari Suryanto mengatakan, kedepan taman ini diharapkan bisa mendatangkan PAD untuk desanya.

” Tapi untuk saat ini karena hasilnya belum seberapa, jadi dikelola oleh RT setempat,” ungkap Muhammad Ari Suryanto, Kamis (24/09/2020) siang.

Lebih lanjut Kades Ngawonggo menjelaskan, setiap hari Minggu pagi di taman ini diadakan senam bersama ibu-ibu pkk. Setelah senam mereka kerja bakti menyiram tanaman dan memanen sayur.

” Ibu-ibu yang mau membeli sayur seperti tomat, terong dan cabai, tinggal memetik sendiri terus ditimbang,” ujarnya.

Menurut Arif Nurhakim, yang menjabat sebagai Kaur Perencanaan Desa Ngawonggo, taman ini akan dikembangkan secara bertahap. Dalam membangun taman ini, desa juga bekerjasama dengan pihak ketiga, yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

” Ini juga bentuk pengabdian masyarakat dari UMS. Tempat pengelolaan sampah ini juga akan terus dikembangkan karena antusias warga Dk. Sentono sangat luar biasa,” kata Arif.

Ia memaparkan, dilokasi taman yang terletak di Dk. Sentono tersebut juga sudah menerapkan TTG (teknologi tepat guna) berupa kincir air dan panel tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik dilokasi taman.

” Dari hasil pengelolaan sampah, yang organik digunakan untuk memupuk tanaman bunga dan sayur , sementara yang non organik dipilah untuk dijual kepada pengepul,” jelasnya.

Disamping taman Goro Sampah, Desa Ngawonggo juga akan mengembangkan tempat wisata Sendang Panguripan yang terletak di Dk. Doyo. Sendang tersebut sudah dibuka untuk umum seminggu yang lalu. (ino)

ino

Recent Posts

Pesepeda Dari 40 Negara Keliling Desa di Klaten

Klaten, saktenane.com Pesepeda dari 40 negara mengelilingi desa-desa di Kabupaten Klaten, Kamis (21/05/2026). Mereka bersepada…

3 hari ago

KLIC Fest 2026, Delegasi 16 Negara  Diajak Bupati Keliling Klaten

Klaten, saktenane.com Delegasi dari 16 negara diajak Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berkeliling desa-desa yang…

3 hari ago

Di Klaten, Dubes Belanda Ajak Masyarakat Indonesia Kembali Bersepeda

Klaten, saktenane.com Duta besar negara Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali…

3 hari ago

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

2 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

3 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

3 bulan ago