Klaten, saktenane.com
Sebagian lahan pertanian di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten merupakan sawah tadah hujan. Air untuk mengairi sawah bergantung kepada air hujan, sehingga apabila musim kemarau tiba, sudah tidak bisa bercocok tanam lagi.
Kepala Desa Carikan, Katiyono menjelaskan, dari total lahan pertanian seluas 137 hektar, ada kurang lebih 40 hektar yang mengandalkan air hujan untuk pengairan.
” Kalau musim kemarau begini ya tidak bisa ditanami apa-apa, karena tidak ada air. Semua yang lahan tadah hujan diberakne. Tanahnya pada nelo (retak) ,” ungkap Katiyono, Senin (12/10/2020) siang.
Menghadapi hal ini, menurut Katiyono, pemerintah desa sudah berupaya untuk mendapatkan solusi untuk mengatasi masalah pertanian ini.
“Pemerintah desa dan kelompok tani sudah mengajukan permohonan bantuan sumur dalam ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten untuk mengairi lahan pertanian disini,” jelasnya.
Katiyono mengatakan, sumur dalam merupakan satu-satunya cara untuk bisa mengoptimalkan pertanian di desa Carikan sehingga dalam satu tahun bisa melaksanakan 3 kali musim tanam seperti di wilayah lain.
“Kalau menggunakan sumur pantek yang dangkal, warga tidak memperbolehkan, karena di khawatirkan akan mengganggu sumur warga,” tandasnya. (ino)
Klaten, saktenane.com Kasus korupsi Plaza Klaten, jaksa ajukan kasasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengajukan kasasi…
Klaten, saktenane.com Untuk mencegah tindak pidana korupsi secara dini, Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten menggelar Forum…
Klaten, saktenane.com Viral di berbagai platform media sosial, diduga oknum kepala desa di Kabupaten Klaten…
Klaten, saktenane.com Sebagai tanda telah lulus dari kemiskinan, sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program…
Klaten, saktenane.com HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GARDATIBA) dilantik. Dalam rangka peringatan Hari…
Klaten, saktenane.com Resmikan foodcourt, Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten nanggap wayang. Pemdes barepan…