Categories: Umum

Guru Tonggo, Solusi Saat Pandemi

Klaten, saktenane.com

Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten menggulirkan gerakan Guru Tonggo, yaitu gerakan untuk menjamin siswa tetap mendapatkan pelayanan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Melalui gerakan ini, diharapkan peserta didik mendapatkan materi pembelajaran secara maksimal.

Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto mengatakan, gerakan Guru Tonggo diinisiasi berdasarkan gerakan Jogo Tonggo yang lebih dulu digulirkan. Pada praktiknya, guru-guru sekolah dasar yang berada di bawah Disdik Klaten akan memberikan pendampingan kepada siswa yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya.

“Konsep Guru Tonggo yakni semua siswa SD di Klaten adalah murid kita dan semua guru adalah guru kita. Karena itu, guru tetap memberikan pendampingan meskipun anak-anak yang ada di sekitar tempat tinggalnya tidak bersekolah di tempatnya bertugas,” kata Wardani, Jumat (12/03/2021).

Dalam surat edaran (SE) nomor 420/0511/56/12 yang disampaikan Disdik Klaten, guru wajib memberikan pendampingan kepada tetangga terdekat di desanya. Adapun sasaran gerakan ini adalah siswa kelas 1,2, dan 3 Sekolah Dasar (SD). Selain guru aktif, gerakan ini juga bisa dilakukan oleh pensiunan guru SD maupun kepala SD.

“Kegiatan ini sifatnya lebih bernilai sosial. Meskipun ada kewajiban untuk melaporkan kegiatannya, saya minta guru tidak melihatnya sebagai beban, karena prinsipnya memaksimalkan materi pendidikan kepada siswa. Maka dari itu, gerakan ini juga bisa dilakukan oleh pensiunan guru SD karena melihat yang didampingi adalah siswa kelas 1, 2 dan 3 SD,” paparnya.

Menurutnya peserta didik kelas 1 hingga 3 SD memerlukan pendampingan ekstra bila dibandingkan kelas di atasnya. Terutama untuk materi calistung; baca tulis hitung, hingga materi perkalian pembagian penambahan dan pengurangan, yang dinilai kurang maksimal bila dilakukan secara daring tanpa adanya pembelajaran tatap muka. Terlebih tidak semua siswa kelas 1 hingga 3 SD di Klaten mendapatkan pendampingan yang optimal dari orangtua.

“Kami juga tidak mungkin membebankan seluruh pendampingan kepada orangtua siswa. Di sinilah fungsi dari Guru Tonggo. Sehingga diharapkan peserta didik bisa menyerap secara optimal dari materi pembelajaran dasar sebelum melanjutkan tingkat selanjutnya,” ujarnya.

Wardani menambahkan, gerakan Guru Tonggo akan terus dilangsungkan hingga pandemi Covid-19 berlalu, atau minimal hingga pembelajaran tatap muka dilangsungkan kembali secara penuh.

“Gerakan ini akan terus digulirkan, minimal sampai pembelajaran tatap muka berlangsung secara penuh. Kalau masih dilangsungkan sebagian, kegiatan ini tetap mempunyai nilai plus karena siswa mendapakan pembelajaran tambahan,” ucapnya. (ino)

ino

Recent Posts

Kasus Korupsi Plaza Klaten, Jaksa Ajukan Kasasi

Klaten, saktenane.com Kasus korupsi Plaza Klaten, jaksa ajukan kasasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengajukan kasasi…

1 minggu ago

Cegah Korupsi Secara Dini, Inspektorat Kabupaten Klaten Gelar FKP

Klaten, saktenane.com Untuk mencegah tindak pidana korupsi secara dini,  Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten menggelar Forum…

1 minggu ago

Oknum Kades Kabur Saat Digerebek di Hotel??

Klaten, saktenane.com Viral di berbagai platform media sosial, diduga oknum kepala desa di Kabupaten Klaten…

1 minggu ago

Lulus dari Kemiskinan, 2.596 Keluarga PKH Klaten Diwisuda

Klaten, saktenane.com Sebagai tanda telah lulus dari kemiskinan, sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program…

1 minggu ago

HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba Dilantik

Klaten, saktenane.com HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GARDATIBA) dilantik. Dalam rangka peringatan Hari…

2 minggu ago

Resmikan Foodcourt, Desa Barepan Nanggap Wayang

Klaten, saktenane.com Resmikan foodcourt, Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten nanggap wayang. Pemdes barepan…

2 minggu ago