Categories: Umum

Tak Ingin Sampah Jadi Masalah? Semua Stakeholder Harus Terlibat

Klaten,  saktenane.com

Jika tidak menghendaki sampah menjadi masalah,  semua stakeholder yang ada harus ikut andil dalam menangani sampah. Baik itu masyarakat,  pemerintah desa maupun pemerintah daerah, semua harus saling bahu-membahu mengatasi sampah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten, dengan membangun bank sampah rintisan dan TPS 3R di sejumlah lokasi layak diapresiasi. Melalui bank sampah inilah, diharapkan berbagai persoalan terkait sampah, bisa diselesaikan di masing-masing desa oleh masyarakat setempat.

Namun dengan berjalannya waktu, keberadaan bank sampah tersebut tidak sesuai dengan harapan. Banyak yang kondisinya  memprihatinkan dikarenakan oleh berbagai hal. Banyak bangunan bank sampah yang tidak terawat dan aktivitas pengolahan sampah juga terhenti.

Kejadian  seperti ini sangat disayangkan, karena anggaran untuk membangun gedung bank sampah berikut pengadaan alat tidaklah sedikit.

Hal ini terungkap saat saktenane.com berbincang dengan Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten,  Himawan Pamungkas di kantornya,  Kamis (15/04/2021) siang.

Himawan menyebutkan,  banyak kendala yang dihadapi oleh bank sampah maupun TPS 3R sehingga mereka menghentikan aktivitasnya.

“Padahal  fasilitas yang ada untuk mengolah sampah rumah tangga sudah cukup memadai. Sampah organik bisa didaur ulang untuk pupuk organik dan sampah non organik bisa dipilah untuk dijual dan mendatangkan nilai ekonomis. Selain bangunan bank sampah, peralatan yang ada di masing-masing bank sampah meliputi kendaraan operasional roda tiga, mesin cacah dan mesin ayak yang digunakan untuk memproduksi pupuk organik,” ujarnya.

Namun yang menjadi kendala,  menurut Himawan,  adalah justru disaat pasca produksi.  Mereka tidak tahu akan menjual kemana setelah memproduksi pupuk organik.

“Tidak semua KSM mempunyai jejaring yang bagus, sehingga kesulitan dalam hal memasarkan pupuk yang sudah diproduksinya,” ungkapnya.

Ia berharap semua stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten ikut mengatasi permasalahan ini. Baik itu Dinas OPD, BUMD maupun pihak swasta.

“Kita di Klaten ini punya Perusda yang berorientasi profit. Misalkan Perusda ikut berperan,  mau membeli dan menampung hasil pupuk organik produksi bank sampah,  lalu memasarkannya, tentu ini sudah menjadi satu solusi agar bank sampah tetap bisa berjalan,” tuturnya.

Ia menjelaskan,  untuk sampah yang non organik,  pemerintah daerah harus melibatkan pihak swasta, mencari investor agar sampah non organik dari bank sampah bisa terbeli.

“Dengan seperti itu,  tentu saja operasional KSM di bank sampah bisa  tertopang dan masalah sampah bisa dikelola mulai dari rumah tangga,” imbuhnya.  (ino)


ino

Recent Posts

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

1 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

1 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

1 bulan ago

Tanggul Jebol, Pasar Cawas Lumpuh Total

Klaten, saktenane.com Tanggul  Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…

1 bulan ago

Polres Klaten Berhasil Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…

1 bulan ago

Bupati Klaten Ngabuburide ke Masjid Al Amin Pluneng

Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…

1 bulan ago