Umum

Libur Lebaran Telah Usai, Jukir Jangan Aji Mumpung

Klaten, saktenane.com
Meski libur lebaran telah usai, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat wisata masih menjadi magnet masyarakat untuk merayakan momen lebaran. Imbasnya, jumlah kendaraan yang terparkir meningkat di tiap kantong parkir yang tersedia.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono mengimbau juru parkir yang bertugas agar mengatur kendaraan yang terparkir dengan rapi dan tetap memperhatikan akses jalan. Selain itu, pihaknya juga akan memantau penerapan tarif parkir tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluhkan tarif parkir yang mendadak naik dan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” paparnya, Selasa (18/05/2021).

Menurutnya, tarif parkir telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum dan juru parkir wajib mematuhinya. Dalam peraturan itu kendaraan roda dua tidak bermotor dikenai tarif parkir Rp500; kendaraan roda dua bermotor senilai Rp1.000; kendaraan roda tiga bermotor senilai Rp1.500; dan kendaraan roda empat bermotor senilai Rp2.000. Sedangkan angkutan barang, yakni kendaraan roda empat bermotor senilai Rp2.000; roda enam bermotor senilai Rp5.000; roda di atas enam bermotor senilai Rp10.000, tarif tersebut berlaku untuk satu kali parkir.

“Sosialisasi tarif sudah dilakukan dan tertera di papan yang terpasang di kantong-kantong parkir untuk dipedomani, baik jukir maupun masyarakat,” katanya.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Ceper ini meminta masyarakat tak segan menegur jukir yang menarik retribusi tidak sesuai aturan. Masyarakat juga diminta untuk meminta karcis parkir sebagai bukti retribusi, hal ini juga menghindarkan dari aksi jukir liar yang tidak memiliki karcis resmi yang diterbitkan Pemkab Klaten.

“Masyarakat juga dipersilahkan untuk mengadukan penarikan retribusi parkir yang tidak sesuai tarif dan jumlahnya tidak wajar kepada kami. Kami juga akan menyebar petugas yang rutin melakukan pemantauan di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Supriyono menyampaikan momen lebaran tidak boleh dijadikan aji mumpung oleh jukir. Pasalnya, hal ini dapat merugikan masyarakat dan memicu munculnya parkir liar.


Sementara itu, Kasi Dalops dan Perparkiran Dishub Klaten, Nunung Wahyu Dwiningsih menyatakan, pihaknya sudah berulangkali memberikan pengarahan kepada para juru parkir agar dalam memungut retribusi parkir harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami akan memberikan teguran maupun sanksi bagi pengelola maupun jukir yang nakal,” pungkasnya. (ino)

ino

Recent Posts

KPK Amankan Uang Satu Miliar Dari Rumah Dinas Bupati Klaten

Klaten, saktenane.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tangkap…

2 minggu ago

Bupati Klaten dijemput KPK, Gubernur Jateng Kaget

Klaten, saktenane.com Beredar kabar, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dijemput KPK pada Kamis (15/10/2026) pagi.…

2 minggu ago

Purna Tugas, Kepala Sekolah SDN 3 Nanggulan Cawas Torehkan Segudang Prestasi

Klaten, saktenane.com Memasuki masa purna tugas, Kepala Sekolah SDN 3 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten,…

1 bulan ago

Warga Keluhkan Pekerjaan P3-TGAI Desa Talang Bayat

Klaten, saktenane.com Warga Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten mengeluhkan pekerjaan P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata…

3 bulan ago

Yaqowiyu, Menko Perekonomian Ikut Sebar Ribuan Apem

Klaten, saktenane.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem…

3 bulan ago

Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 Dikukuhkan

Klaten, saktenane.com Acara Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten…

3 bulan ago