Umum

Pupuk Subsidi Dibatasi, Petani Wajib Produksi Pupuk Organik Secara Mandiri

Klaten, saktenane.com
Adanya perubahan alokasi pupuk bersubsidi berdampak pada kekhawatiran petani untuk memenuhi kebutuhan bercocoktanam. Selain itu, perubahan alokasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada produktivitas petani.

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti meminta petani tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk subsidi yang merupakan pupuk kimia. Menurutnya petani dapat memanfaatkan pupuk organik yang banyak tersedia dan lebih ramah lingkungan.

“Penyaluran pupuk kita lakukan sesuai rekomendasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk menjaga produktivitas lahan para petani. Jika memang alokasi yang tersedia dirasa kurang, (petani) dapat memanfaatkan pupuk organik,” jelasnya, Rabu (09/06/2021).

Ia menjelaskan selain menjadi penyeimbang untuk pupuk kimia, pupuk organik juga mudah diproduksi secara mandiri oleh petani. Hal ini merujuk pada ketersediaan peternakan yang merata di wilayah Klaten.

“Sekarang rata-rata di setiap daerah itu ada peternakan. Limbah peternakan itu bisa dimanfaatkan untuk pupuk sehingga mengurangi penggunaan pupuk kimia,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten, Atok Susanto menilai kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga dan mengurangi alokasi pupuk bersubsidi bisa menjadi pembelajaran bagi petani untuk tidak mengandalkan pupuk kimia. Ia mengatakan sudah saatnya petani mengubah pola pikir untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri dengan memanfaatkan pupuk organik.

“Dengan demikian, petani tidak akan pusing kalau tidak mendapatkan pupuk karena stok terbatas,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga menjadi upaya memperbaiki kesuburan tanah. Hal ini lantaran penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan membawa dampak negatif pada lahan tanam.

“Kalau menggunakan (pupuk) kimia terus, kondisi tanah bisa rusak. Lama kelamaan tanah tidak lagi subur karena tidak seimbang,” paparnya.

Kendati demikian, Atok mendorong adanya pendampingan dari pemerintah agar petani mampu menyediakan pupuk organik secara mandiri.(ino)

ino

Recent Posts

KPK Amankan Uang Satu Miliar Dari Rumah Dinas Bupati Klaten

Klaten, saktenane.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tangkap…

3 hari ago

Bupati Klaten dijemput KPK, Gubernur Jateng Kaget

Klaten, saktenane.com Beredar kabar, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dijemput KPK pada Kamis (15/10/2026) pagi.…

3 hari ago

Purna Tugas, Kepala Sekolah SDN 3 Nanggulan Cawas Torehkan Segudang Prestasi

Klaten, saktenane.com Memasuki masa purna tugas, Kepala Sekolah SDN 3 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten,…

4 minggu ago

Warga Keluhkan Pekerjaan P3-TGAI Desa Talang Bayat

Klaten, saktenane.com Warga Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten mengeluhkan pekerjaan P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata…

2 bulan ago

Yaqowiyu, Menko Perekonomian Ikut Sebar Ribuan Apem

Klaten, saktenane.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih, Airlangga Hartarto ikut menyebar ribuan apem…

3 bulan ago

Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 Dikukuhkan

Klaten, saktenane.com Acara Klaten Integrity Night, Duta Anti Korupsi 2026 dikukuhkan. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten…

3 bulan ago