Umum

Kota Pekalongan Masuk PPKM Level 2

Pekalongan, saktenane.com
Penurunan okupansi tempat tidur rumah sakit di Pekalongan menjadi indikasi penurunan kasus Covid-19. Alhasil, per awal September 2021, Kota Batik diberi status PPKM Level 2.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan, penurunan status tersebut dimuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021.

“Kabar gembira bukan hanya karena Kota Pekalongan menjadi zona kuning, (melainkan juga) BOR (bed occupancy rate) di RSUD Bendan hanya ditempati 10 atau 11 (orang) pasien Covid-19. Mudah-mudahan turunnya level ini menandakan kondisi Kota Pekalongan yang kondusif. Jadi, kemarin gencar meningkatkan kesehatan masyarakat, setelah ini konsentrasi ke pemulihan ekonomi,” terang Wali Kota Aaf saat ditemui di kantornya, Kamis (02/09/2021).

Disampaikan Aaf, turunnya level ini tak berpengaruh banyak pada kegiatan, antara lain jam malam masih diterapkan mulai pukul 21.00 WIB.

“Penyekatan sudah dilonggarkan, karyawan kantor sudah kerja di kantor secara penuh, sekolah mempersiapkan PTM, layanan sektor pemerintah dan perizinan sudah berjalan dengan pengetatan protokol kesehatan,” papar Aaf.

Selain itu, lanjutnya, sektor pariwisata dan aktivitas di mal serta pusat perbelanjaan berlangsung secara terbatas. Hanya pengunjung yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam mal.

“Semoga kondisi ini terus dipertahankan. Turunnya ke level 2 atau menjadi zona kuning ini jangan membuat kita semua abai dan lalai menerapkan protokol kesehatan,” pesannya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kota Pekalongan telah menggelar tes antigen acak di sejumlah wilayah, yakni di Monumen Djoeang 45, Masjid Pringlangu, dan di Jalan Wilis Kelurahan Podosugih.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto, menjelaskan, kegiatan tes usap antigen tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan, terdiri dari aparat TNI, Polres Pekalongan Kota, Satpol PP, Dishub, BPBD, dan Dinkes Kota Pekalongan.

Kapolres Irwan, mengatakan, selain mengetes para pengguna jalan secara acak, para petugas dari tim gabungan juga menyampaikan imbauan tentang penerapan protokol kesehatan kepada warga. Harapannya, mereka dapat mengedukasi warga lainnya agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

“Sehingga, diharapkan masyarakat tetap mematuhi prokes agar senantiasa dalam kondisi sehat dan tidak terpapar Covid-19. Kami juga meminta masyarakat mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk menanggulangi pandemi ini, termasuk ikut menyukseskan program vaksinasi dalam meminimalisasi penularan virus Covid-19 yang belum berakhir ini,” ujarnya.

Sumber:Diskominfo Kota Pekalongan

ino

Recent Posts

Pesepeda Dari 40 Negara Keliling Desa di Klaten

Klaten, saktenane.com Pesepeda dari 40 negara mengelilingi desa-desa di Kabupaten Klaten, Kamis (21/05/2026). Mereka bersepada…

3 hari ago

KLIC Fest 2026, Delegasi 16 Negara  Diajak Bupati Keliling Klaten

Klaten, saktenane.com Delegasi dari 16 negara diajak Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berkeliling desa-desa yang…

3 hari ago

Di Klaten, Dubes Belanda Ajak Masyarakat Indonesia Kembali Bersepeda

Klaten, saktenane.com Duta besar negara Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali…

3 hari ago

Bupati Cilacap Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…

2 bulan ago

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bulan Ramadan

Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…

3 bulan ago

Bupati Pekalongan Ditangkap KPK

Jakarta, saktenane.com Bupati  pekalongan  Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat  Operasi Tangkap Tangan…

3 bulan ago