Umum

Magelang dan Boyolali Sediakan Intervensi Gizi bagi Pengungsi Erupsi Merapi

MAGELANG, SakTenane.com
Dua kabupaten di Jawa Tengah Magelang dan Boyolali bersiap menerapkan intervensi gizi bagi pengungsi erupsi Gunung Merapi. Dalam dokumen rencana kontingensi yang disusun Undip dan Unicef, penyediaan logistik pengungsi memerhatikan kebutuhan sesuai usia, dari balita, lansia hingga kelompok disabilitas, agar tidak muncul penyakit, akibat salah konsumsi di lokasi pengungsian.
Sebagai tindak lanjut dari rencana itu, diadakan gladi lapang di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo Boyolali. Sebanyak lebih kurang 100 orang warga berpartsipasi dalam simulasi bencana.
Disimulasikan, warga desa tersebut diungsikan menuju sister village yang ada di Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Pengungsi terdiri dari anak-anak, dewasa hingga warga berkebutuhan khusus.
Pejabat Fungsional Analis Kebencanaan BPBD Boyolali Eko Suharsono mengatakan, selama ini pemberian logistik bagi pengungsi masih disamaratakan. Karena dibuat dalam porsi besar, para pengungsi hanya diberikan menu serupa mulai dari balita hingga lansia.
“Kalau biasanya makanan itu menunya seragam, mulai dari mi, sayuran, tapi kan itu tidak cocok untuk semua usia. Sehingga disusun rencana kontinjensi. Mulai untuk bayi 0-6 bulan, 1-2 tahun, hingga dewasa. Dari giat ini akan dikelompokkan sesuai kebutuhan, sehingga mereka mendapatkan nutrisi tepat,” ujarnya, Senin (13/2/2023).
Hal ini dipertegas oleh Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Undip Norma Sayuti Astuti. Menurutnya, gizi berperan penting dalam menunjang kesehatan pengungsi selama di pengungsian. Di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas, perlu disusun dokumen yang memberikan pedoman pemberian logistik bagi pengungsi, sesuai usia dan tingkat kesehatan.
“Strateginya setelah mendapat data (pengungsi) kita sesuaikan pemberian makanan. Jika balita disesuaikan teksturnya, lansia disesuaikan menunya. Di sini kita menggandeng nutrisionis yang akan memberikan makan yang sesuai,” paparnya.
Kalakhar BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, pihaknya sudah siap menerapkan sistem kontingensi gizi bagi pengungsi bencana. Selain itu, wilayahnya juga telah mempersiapkan  fasilitas bagi pengungsi yang berasal dari Boyolali.
Ia menyebut, nantinya pihaknya akan bekerja sama dengan petugas dari dinas kesehatan, psikologi, dan otoritas, terkait penanganan pengungsi. Di mana fungsi makanan dalam pengungsian menjadi hal krusial.
“Nanti dalam pelaksanaanya kita juga akan menerapkan pos gladi lapang gizi dan akan berkoordinasi dengan Dinkes, untuk wilayah di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 di Magelang, seperti Salam, Srumbung, dan Sawangan,” pungkas Edi.
(go.go.n.g)
ino

Recent Posts

Kasus Korupsi Plaza Klaten, Jaksa Ajukan Kasasi

Klaten, saktenane.com Kasus korupsi Plaza Klaten, jaksa ajukan kasasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengajukan kasasi…

1 minggu ago

Cegah Korupsi Secara Dini, Inspektorat Kabupaten Klaten Gelar FKP

Klaten, saktenane.com Untuk mencegah tindak pidana korupsi secara dini,  Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten menggelar Forum…

1 minggu ago

Oknum Kades Kabur Saat Digerebek di Hotel??

Klaten, saktenane.com Viral di berbagai platform media sosial, diduga oknum kepala desa di Kabupaten Klaten…

1 minggu ago

Lulus dari Kemiskinan, 2.596 Keluarga PKH Klaten Diwisuda

Klaten, saktenane.com Sebagai tanda telah lulus dari kemiskinan, sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program…

2 minggu ago

HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba Dilantik

Klaten, saktenane.com HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GARDATIBA) dilantik. Dalam rangka peringatan Hari…

2 minggu ago

Resmikan Foodcourt, Desa Barepan Nanggap Wayang

Klaten, saktenane.com Resmikan foodcourt, Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten nanggap wayang. Pemdes barepan…

2 minggu ago