Klaten, saktenane.com
Pemerintah Kecamatan Karangdowo melaksanakan percepatan pencapaian Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Kegiatan yang di fasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten ini dilaksanakan dua hari, yakni hari Rabu (16/10/2024) dan Kamis (17/10/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo ini mendatangkan nara sumber dari BPBD, SAR, Damkar, PMI, Puskesmas Karangdowo dan Relawan.
Adapun yang mendasari dilaksanakan kegiatan ini, yakni deklarasi 26 Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) pada bulan Maret 2024 lalu.
Kecamatan Tangguh Bencana adalah perintah dari Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mana Pemerintah Daerah wajib mengatur ketentraman dan ketertiban masyarakat, termasuk di dalamnya tentang kebencanaan. Kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018 dimana pemerintah kecamatan diminta untuk mengurusi persoalan kebencanaan, antara lain terkait informasi lokasi daerah rawan bencana, kesiapsiagaan dan penyelamatan serta evakuasi.
Mewakili Camat Karangdowo, Sekretaris Kecamatan Karangdowo Tri Budianingsih mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama gempa bumi dan kebakaran.
“Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, pada hari pertama narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten. Narasumber memberikan pemahaman tentang pentingnya kesiapsiagaan dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” ujarnya.
Lanjut Tri Budianingsih, pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan praktis dari tim Puskesmas mengenai penanganan bencana, termasuk teknik evakuasi saat terjadi gempa dan kebakaran.
“Dalam simulasi yang dilakukan, peserta diajarkan untuk segera keluar dari gedung jika terjadi kebakaran. Sementara itu, dalam kasus gempa, penekanan diberikan pada penilaian kekuatan bangunan serta cara-cara aman untuk berlindung dan evakuasi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, salah satu simulasi menarik yang dilakukan adalah saat terjadi rapat dan tiba-tiba terjadi gempa, di mana peserta diajarkan bagaimana merespons situasi tersebut dengan aman.
“Kegiatan ini juga mencakup pelatihan penanganan cedera, seperti cara memberikan pertolongan pertama bagi korban yang mengalami patah tangan atau kaki,” ungkapnya.
Menurut Sekcam Karangdowo, masing-masing desa yang ada di Kecamatan Karangdowo diwajibkan untuk mengirimkan satu orang perwakilan, ditambah relawan yang akan mendampingi mereka selama pelatihan.
“Tim Puskesmas mengirimkan enam orang sebagai narasumber yang memberikan bimbingan dan pengetahuan praktis,” terangnya.
Selain itu, tambah Bu Sekcam, di setiap desa juga diupayakan untuk menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, untuk memudahkan penanganan kebakaran saat situasi darurat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, sehingga Kecamatan Karangdowo dapat segera mencapai status Kencana. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam situasi nyata,” harapnya. (ino)
Jakarta, saktenane.com Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK bersama 27 orang lainnya. Juru bicara…
Klaten, saktenane.com Sebanyak tiga pasangan tidak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten…
Jakarta, saktenane.com Bupati pekalongan Fadia Arafiq diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Operasi Tangkap Tangan…
Klaten, saktenane.com Tanggul Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas…
Klaten, saktenane.com Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran…
Klaten, saktenane.com Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali melaksanakan kegiatan ngabuburide bersama perwakilan Forkopimda dan…