Klaten, saktenane.com
Untuk memulai panen padi pada musim tanam kedua (MT 2) tahun ini, petani di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten menggelar adat tradisi “Wiwit Metik”.
Petani di desa setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani “Tani Mulyo”, mengadakan acara adat tersebut pada hari Kamis (16/07/2026) pagi.
Kepala Desa Tumpukan, Suyamto menyatakan, Wiwit Metik merupakan adat tradisi yang sudah berlangsung turun temurun dari jaman nenek moyang hingga sampai saat ini.
“Adat tradisi yang terus dilestarikan oleh warga sini, sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya berupa hasil panen yang melimpah,” ujar Suyamto.
Ia menjelaskan, warga petani secara sukarela mengeluarkan sedekah berupa aneka makanan untuk dimakan bersama-sama sebelum proses panen dimulai.
“Ada 27 macam jajan pasar, ada yang dibungkus daun kluwih, daun jati, janur dan lainnya. Ada juga bengkoang, gembili dan polo kependem lain seperti ubi dan sejenisnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ada juga makanan tradisional sego wiwit, wajik, jadah, rambak, legondo,dan aneka buah-buahan.
“Semua itu tak lain wujud dari rasa syukur, dan rasa kebersamaan warga di sini,” tandasnya.
Kades menjelaskan, untuk saat ini panen padi MT 2 serentak di wilayah pertanian Desa tumpukan seluas 87 Hektar,dengan hasil yang cukup memuaskan.
“Setelah panen ini, pada MT 3 petani akan menanam padi lagi, karena air irigasi masih sangat mencukupi,” terangnya.
Ia menegaskan, setelah sekian tahun dirinya menjabat kepala desa, ia berusaha agar hasil pertanian sawah dan ladang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kebersamaan dan selalu berdoa mengucap syukur kepada Tuhan, agar dihindarkan dari hama dan bencana serta diberikan hasil yang melimpah, jangan sampai dilupakan,” imbaunya.
Di tempat yang sama, perwakilan dari PT Mitra Kreasi Darma, selaku produsen pestisida pertanian, Nardi mengajak semua petani untuk menjaga hubungan antara manusia dengan alam.
“Kita jaga alam kita, tanah pertanian kita, sehingga tidak rusak. kita olah dengan baik, sehingga memberikan hasil panen yang maksimal,” ajaknya. (i&o)
Sukoharjo, Saktenane.com Melakukan pemerasan, Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan…
Klaten, saktenane.com Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Klaten mempelopori gerakan menanam pohon di…
Klaten, saktenane.com Kasus korupsi Plaza Klaten, jaksa ajukan kasasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengajukan kasasi…
Klaten, saktenane.com Untuk mencegah tindak pidana korupsi secara dini, Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten menggelar Forum…
Klaten, saktenane.com Viral di berbagai platform media sosial, diduga oknum kepala desa di Kabupaten Klaten…
Klaten, saktenane.com Sebagai tanda telah lulus dari kemiskinan, sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program…