Umum

Memangkas Sekat Perbedaan Lewat Seni Tradisional Jemparingan

Klaten, saktenane.com

Olahraga jemparingan atau seni memanah tradisional bagi masyarakat umum, mungkin belum begitu populer. Tapi kalau sudah mencoba membentangkan gendewa dan busur, apalagi ketika anak panah tepat mengenai sasaran, ada kepuasan dan sensasi sendiri yang sulit ditemukan.

Tidak hanya itu. Untuk bisa main jemparingan, pemanah harus memenuhi beberapa sarat, salah satu wajib mengenaikan pakaian jawa berupa surjan, jarik dan ikat kepala blangkon.

Gendewa atau alat memenahnya pun sederhana terbuat dari bambu, termasuk anak panahnya. Saat memanah dengan posisi simpuh ( duduk bersila di tanah), tinggi gendewa harus setinggi dahi pemanah. Tidak ada standart dalam membuat gendewa, namun disesuaikan dengan tinggi pemanahnya. Di sini, setiap pemanah akan merasakan tantangan dan tingkat kesulitan yang sama saat memanah.

Walaupun komunitas jemparingan di Klaten masih terbatas. Tapi peminat terus bertambah, khususnya dari kalangan anak muda dan pelajar. Saat ini ada 26 komunitas tersebar disetiap kecamatan di Klaten.

Sosok yang getol memasyarakatkan jemparingan adalah Tonang Yuniarto (32). ASN Klaten sekaligus menjabat Wakil Kepala Bidang Humas SMPN 2 Klaten menjelaskan sudah tiga tahun menggeluti seni memanah jemparingan.

Bahkan di SMPN 2 Klaten tempatnya mengajar, ada komunikatas Jendal Maja, yakni Jemparingan Dalu Malam Jumat yang diikuti pelajar setempat.

“Jemparingan itu olahraga unik. Selain pemanah harus menggenakan baju surjan, tutup kepala blangkon,dan kain jarik, saat memanah pun harus bersila di tanah alias bersimpuh. Gendewa atau alat memanah dan busurnya pun sederhana dari kayu bambu. Jadi sangat menantang” jelas Tonang yang asli Desa Dukuh, Bayat, Klaten itu saat dikonfirmasi via telepon (11/07/22).

Biar pun peminatnya belum banyak Tonang Yuniarto, guru olahraga SMPN 2 Klaten itu mengatakan kalau jemparingan itu sarat filosofi orang Jawa. Tidak saja alat dan busananya yang sederhana khas, tapi cara memeragakan saat memanah menunjukan nilai kesetaraan antar umat manusia.

“Para Senopati perang Kraton dulu menggunakan Jemparingan sebagai saluran berbicara dengan rakyat jelata. Ketika mereka menarik busur dengan anak panah yang sudah dikokang, mereka semua harus duduk bersimpuh. Disinilah nilai kesetaraan itu dan menghapus sekat perbedaan. Tidak ada ningrat, tidak ada rakyat. Status tidak membuat jarak antara kaum kerajaan dengan rakyat” ungkapnya.

Terkait geliat jemparingan di Klaten, Tonang Yuniarto mengatakan akan dimasukan dalam agenda Hari Jadi Klaten 2022. Dijelaskan kalau jemparingan itu akan digelar di Lapangan Kalibajing, Klaten.

“Untuk skala nasional seni memanah tradisonal jemparingan akan masuk agenda Hari Jadi Klaten 2022. Tepatnya di Lapangan Kalibajing, Pakahan, Jogonalan, Klaten. Ajang ini semoga bisa mengangkat pamor jemparingan di Klaten dan mengundang tamu dari luar kota” pungkasnya.

(ino)

ino

Recent Posts

Kasus Korupsi Plaza Klaten, Jaksa Ajukan Kasasi

Klaten, saktenane.com Kasus korupsi Plaza Klaten, jaksa ajukan kasasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengajukan kasasi…

1 minggu ago

Cegah Korupsi Secara Dini, Inspektorat Kabupaten Klaten Gelar FKP

Klaten, saktenane.com Untuk mencegah tindak pidana korupsi secara dini,  Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten menggelar Forum…

1 minggu ago

Oknum Kades Kabur Saat Digerebek di Hotel??

Klaten, saktenane.com Viral di berbagai platform media sosial, diduga oknum kepala desa di Kabupaten Klaten…

1 minggu ago

Lulus dari Kemiskinan, 2.596 Keluarga PKH Klaten Diwisuda

Klaten, saktenane.com Sebagai tanda telah lulus dari kemiskinan, sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program…

2 minggu ago

HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba Dilantik

Klaten, saktenane.com HANI 2026, Pengurus Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GARDATIBA) dilantik. Dalam rangka peringatan Hari…

2 minggu ago

Resmikan Foodcourt, Desa Barepan Nanggap Wayang

Klaten, saktenane.com Resmikan foodcourt, Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten nanggap wayang. Pemdes barepan…

2 minggu ago