Klaten, saktenane.com
Tanggul Sungai Dengkeng jebol di Dk. Jetakan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengakibatkan aktivitas di Pasar Cawas lumpuh total. Jebolnya tanggul ke arah selatan tersebut dikarenakan tidak kuat menahan derasnya aliran Sungai Dengkeng akibat hujan yang turun dalam waktu yang cukup lama.
Selain aktivitas pasar yang lumpuh, beberapa sekolah di Desa Cawas, Bawak dan Plosowangi juga terdampak banjir, sehingga proses belajar mengajar ditiadakan, siswa diminta belajar sendiri di rumah masing-masing.
Di lokasi banjir, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi pada hari Selasa, 3 Maret 2026, dari pukul 16.30 hingga 23.00 WIB. Akibatnya, hingga pukul 02.46 WIB, tiga desa di Kecamatan Cawas dan lima desa di Kecamatan Trucuk terendam banjir.
“Ada tiga desa di Kecamatan Cawas, yakni Desa Cawas, Bawak dan Plosowangi serta lima desa di Kecamatan Trucuk, Desa Kalikebo, Trucuk, Karangpakel, Gaden, dan Planggu. Ketinggian air bervariasi 20 centimeter sampai satu meter,” ujar Syahruna.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo juga meninjau langsung lokasi tanggul yang jebol di wilayah Kecamatan Cawas yang menjadi penyebab banjir pada Rabu (4/3/2026) pagi.
Dalam tinjauan tersebut, Hamenang memastikan penanganan darurat terus dilakukan setelah debit air yang luar biasa besar mengakibatkan kerusakan tanggul sedalam 8 hingga 10 meter.
Peristiwa banjir itu, yang menyebabkan 120 warga sempat dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi tersebar di tiga titik pengungsian di wilayah setempat.
Bupati Hamenang menjelaskan bahwa kerusakan tanggul kali ini cukup parah sehingga tidak bisa diperbaiki dalam waktu satu hari.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, DPU-PR dan BPBD, terdapat dua titik kerusakan tanggul yang jebol. Salah satunya di wilayah Desa Japanan.
“Tanggul yang jebol mencapai 8-10 meter. Ini tidak mudah karena akses alat berat juga harus diperhitungkan. Strateginya, pengerjaan di dua titik tersebut harus dilakukan secara bersamaan agar aliran air tidak hanya berpindah beban dan membahayakan titik lainnya,” ungkapnya.
Dalam upaya percepatan penanganan, Bupati Hamenang secara khusus mengetuk hati para pengusaha tambang pasir di Klaten untuk berkontribusi.
Pemerintah Kabupaten akan menyediakan karung, sementara para pengusaha diharapkan menyumbangkan material pasir.
“Ini saatnya teman-teman pengusaha tambang membantu masyarakat. Jangan hanya jalannya saja yang rusak karena truk, tapi kali ini tunjukkan kontribusi untuk warga yang terkena musibah. Kami akan segera berkoordinasi dengan para pengusaha di sana untuk dropping material pasir guna menambal tanggul,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan media ini, Pemkab Klaten bersama para relawan juga sudah mendirikan dapur umum yang berada di Gedung serba guna Desa Cawas. (i&o)

