Umum

Diskon Mami Ojol, Solusi Cegah Baby Booming

Klaten, Saktenane.com

Diskon Mami Ojol, Solusi Cegah baby booming. Di situasi pandemi saat ini, fenomena lonjakan kelahiran bayi atau baby boom yang tak terkendali perlu untuk diwaspadai.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Dinas Sosial P3A dan Keluarga Berencana (DISSOSP3AKB) Klaten memastikan distribusi alat dan obat kontrasepsi atau Alokon ke fasilitas kesehatan (faskes) tetap berjalan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Inovasi distribusi alat dan obat kontrasepsi di masa pandemi dengan ojek online atau disebut Diskon Mami Ojol, dilakukan untuk meminimalisir kontak langsung sekaligus physical distancing.

Kepala DISSOSP3AKB Klaten, Much Nasir mengungkapkan bahwa inovasi tersebut sudah diterapkan sejak Januari 2020 silam, dengan pertimbangan kondisi Covid-19 dan letak faskes di Klaten.

“Dengan menggunakan ojek online, kita berharap dengan cara seperti itu fasilitas kesehatan tetap menerima pasokan alokon yang sesuai. Sehingga pelayanan KB dapat maksimal dan baby boom dapat dicegah.” ungkap Much Nasir saat ditemui dikantornya,Senin (29/06/2020).

Kardus berisi Alokon yang akan didistribusikan, imbuh Much Nasir, juga akan disemprot dengan cairan desinfektan. Inovasi ini sekaligus sebagai upaya mengurangi kontak fisik saat pendistribusian Alokon ke faskes-faskes.

Dikatakannya, bahwa ada sedikitnya 110 fasilitas kesehatan yang melayani KB dan tersebar di daerah-daerah se kabupaten Klaten.

“Faskes tersebut meliputi puskesmas, klinik pratama negeri maupun swasta, serta melibatkan dokter keluarga maupun bidan praktek mandiri,” ujar Much Nasir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial P3A dan KB Kabupaten Klaten, Retno Setyaningsih menyebutkan bahwa di masa pandemi ini dimungkinkan akan terjadi lonjakan kelahiran bayi atau baby boom.

“Terlebih dengan adanya kebijakan stay at home serta work from home membuat interaksi antar keluarga lebih meningkat,” ucapnya.

Menurut Retno, tren baby boom ini akan terlihat jelas beberapa waktu kedepan, terlebih jika pelayanan KB tidak digiatkan. Termasuk dengan memastikan ketersediaan alat kontrasepsi di faskes-faskes.

“Dengan ketersediaan alat kontrasepsi di faskes-faskes, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan KB dan fenomena baby booming bisa dicegah. Apalagi pada 29 Juni 2020 dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) akan dilakukan pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor secara gratis. Jadi peserta dapat mendaftar dan menghubungi kader KB setempat,” pungkasnya.(red)

Add Comment

Click here to post a comment