Umum

APBD Kabupaten Klaten Tahun 2020 Direfocusing 312 M

Klaten, saktenane.com

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klaten direfocusing sebesar 312 Miliar. Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan (RAKORLAK) sampai dengan Triwulan II Tahun 2020 yang dilaksankan pada Rabu (22/07/2020) di Pendopo Pemkab Klaten.

Dikarenakan pandemi Covid-19 dan adanya refocusing sejumlah anggaran, pelaksanaan Rakorlak kali ini berbeda dengan biasanya. Rakorlak yang sediannya dilakukan setiap Triwulan kini turut diundur pada Triwulan kedua.

Dalam kegiatan kali ini dihadiri oleh Bupati Klaten Sri Mulyani, Sekda Kabupaten Klaten, Asisten I,II, dan III Setda Klaten, Pengendali Program dan Kegiatan, Kepala OPD selaku pengguna anggaran dan para Kuasa Anggaran, Kepala Bagian Pembangunan Klaten. Pelaksanaan Rakorlak kali ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dipaparkan bahwa anggaran murni belanja langsung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 916.644.391.000 yang setelah direfocusing P5 APBD menjadi Rp 604.618.752.036 atau direfocusing sebesar Rp 312.025.638.964. Selain itu, program semula dari 432 program dengan adanya pandemi ini menjadi 432 program, kegiatan yang semula 2404 menjadi 2096 kegiatan.

Dijelaskan bahwa realisasi paket pengadaan barang dan jasa sampai dengan Triwulan II sebagai berikut untuk pengadaan barang dari 15 jumlah paket, selesai lelang 9, dan sisa paket 6. Pengadaan jasa konstruksi jumlah 60 paket, selesai lelang 34, dan sisa paket 26. Sementara itu jasa konsultasi jumlah paket 8, selesai lelang 2, dan sisa paket 6.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyebutkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 7ini memberikan dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan di Kabupaten Klaten pada tahun 2020. Dinamika yang nyata dirasakan adalah dengan adanya refocusing belanja kegiatan dari semula yang digunakan untuk mendukung dan menunjang kegiatan sesuai rencana kerja pemerintah daerah tahun 2020 difokuskan untuk penanganan Covid 19 di Kabupaten Klaten.

“Pandemi Covid-19 tidak hanya mengakibatkan permasalahan dibidang kesehatan tetapi juga berdampak terhadap kegiatan perekonomian” jelas Sri Mulyani

Bupati menyebutkan bahwa terdapat tiga permasalahan yang dihadapi dan harus menjadi prioritas untuk segera diselesaikan terkait dengan pandemi covid -19 antara lain masalah kesehatan yaitu bagaimana memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid -19 di Kabupaten Klaten.

Selanjutnya adalah, menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat tidak tersedianya lapangan kerja dan pemutusan hubungan Kerja. Kemudian masalah ekonomi yaitu agar roda perekonomian di Kabupaten Klaten tetap dapat berlangsung.(red)

Add Comment

Click here to post a comment