Umum

1008 Kendaraan Ditilang Dalam Operasi Patuh Candi 2020 Polres Klaten

Klaten, saktenane.com

Dalam Operasi Patuh Candi 2020 yang digelar Polres Klaten selama 14 hari dari tanggal 23 juli sampai dengan 5 Agustus 2020, sebanyak 1.008 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dilakukan penindakan berupa tilang dan 1.858 teguran selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2020 oleh Satuan Lalu Lintas Polres Klaten.

Kapolres Klaten melalui Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugerah Rachman menjelaskan, Pelanggaran lalu lintas paling menonjol selama pelaksanaan Operasi Patuh dari 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 itu di antaranya melawan arus, kelengkapan surat, tidak menggunakan helm standar serta kelengkapan lainnya.

“Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau tahun yang lalu fokus pada penegakan hukumnya, untuk tahun ini karena adanya pandemi Covid-19, kami fokus pada tindakan preemtif dan preventifnya, ” ujar AKP Bobby, Kamis (06/08/2020) pagi.

Sedangkan untuk jumlah pelanggar, AKP Bobby Anugerah Rachman menyebutkan, pelanggaran melawan arus 186, kelengkapan surat kendaraan 467, tidak menggunakan helm standar 233 dan kelengkapan kendaraan lainnya 122 pelanggar.

“Ini terjadi karena pengendara banyak yang abai pada aturan lalu lintas,” ujarnya.

AKP Bobby mengatakan, jumlah pelanggaran tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan perbandingan data pelanggaran dari operasi tahun sebelumnya dan tahun ini.

“Kalau kami lihat tahun ini, memang mengalami peningkatan sekitar lima persen dibandingkan dengan data tahun sebelumnya,” ucapnya.

Selain melakukan penindakan, kata Kasatlantas, pelaksanaan Operasi Patuh ini juga dibarengi dengan imbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas guna meminialisir terjadinya kecelakaan.

“Dalam operasi ini kami terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar taat terhadap aturan lalu lintas, karena hal itu dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan,” tutur AKP Bobby.

Kasatlantas menambahkan, walaupun Operasi Patuh sudah berakhir, pihaknya akan tetap menggalakkan disiplin berlalu lintas utamanya terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. (red)