Umum

Berbahaya, Jangan Ganggu Sarang Tawon Ndas

Berbahaya, Jangan Ganggu Sarang Tawon Ndas. Detik – detik operasi tangkap tawon ndas atau OTT pada Minggu (23/08/2020) malam sekira pukul 20.35 WIB di rumah salah satu warga Kerun Baru, Belang wetan, Klaten Utara, Klaten oleh relawan yang menamakan Tim Sebelas itu begitu menegangkan.

Sarang tawon sebesar kepala bocah yang terkenal berbahaya dengan racun sengatannya itu bertengger di batang pohon mangga milik penduduk. Warga yang menonton harus menahan nafas, ketika seorang relawan yang sudah terlatih mulai memanjat pohon mangga tempat serangga itu bersarang.

Bermodal kapas yang sudah dilumuri bensin dan keadaan gelap, seorang relawan dengan sigap menutup lubang sarang itu dengan kapas. Setelah dipastikan lubang tersumpal dan dibiarkan beberapa menit, maka puluhan tawon ndas itu mati dan akhirnya dapat dijinakkan.

Budi Santoso (42) warga Gadungan, Wedi, Klaten selaku komandan Tim Sebelas penjinak tawon ndas menjelaskan agar masyarakat tidak coba-coba mengganggu sarang tawon yang punya nama latin vespa affinis ini. Karena selain ganas, racun sengatannya sangat berbahaya.

“Terpenting bagi masyarakat jangan pernah mengganggu sarang tawon ndas, apalagi pada waktu siang hari. Sifat serangga ini ganas. Ia akan menyerang jika ketenangan atau rumah nya diusik” kata Budi bersama 10 relawan lainnya sesaat setelah OTT.

Dia menambahkan agar masyarakat melaporkan kepada petugas atau relawan, sebab mereka sudah sangat terlatih. Tim Sebelas OTT tawon ndas sengaja melakukan operasi malam hari. Sebab kalo malam, vespa affinis penglihatannya berkurang. Maka pada malam hari saat OTT dilakukan dengan lampu penerangan yang dipadamkan.

Sukma (42) warga Kerun Baru, Belang wetan, Klaten Utara, Klaten mengaku lega tawon ndas yang bersarang di pohon mangga pekarangan rumah nya sudah bisa dijinakkan. Apalagi sekitarnya banyak anak-anak.

“Terus terang kita kuatir sebab belum lama ada kabar warga Klaten disengat tawon ndas. Apalagi di rumah ada anak-anak. Ada yang cerita, tawon ini mudah menyerang hanya karena terganggu suara bising. Untung ada para relawan. Kami laporan sore dan malamnya sudah dieksekusi. Terima kasih relawan” ungkapnya. (ino)