Umum

Tak Ada Warga Miskin Di Desa Burikan Yang Tercecer Bansos

Klaten, saktenane.com

Tak ada warga miskin di Desa Burikan yang tercecer tidak mendapatkan bansos Covid-19. Hal ini terungkap saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap 4 di pendopo kantor Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jumat (28/08/2020) pagi.

Sebelum menyerahkan bantuan kepada 158 penerima BLT Dana Desa, Kepala Desa Burikan Surata dalam sambutannya mengatakan, anggaran dana desa yang rencananya untuk kegiatan pembangunan dialihkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Anggarannya dimaksimalkan sehingga semua warga miskin dan terdampak covid-19 mendapatkan bantuan.

“Kalau di desa lain ada yang hanya menganggarkan 13%, disini anggaran dimaksimalkan sehingga semua warga miskin dan terdampak Covid-19 bisa menikmati bantuan sosial Covid-19. Tidak ada satupun yang terlewatkan,” ujar Surata.

Surata menjelaskan, untuk BLT Dana Desa tahap 1 sampai dengan tahap 3 nominal bantuan yang diterimakan sebesar 600 ribu rupiah. Sedangkan untuk tahap 4 sampai dengan tahap 6 nilainya 300 ribu setiap bulannya.

” Hendaknya uang bantuan ini digunakan semestinya untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, lauk dan sayur. Tidak boleh untuk membeli baju atau untuk tambah membeli perhiasan,” terangnya.

Kades Burikan mengajak semua warganya tetap bersyukur dalam situasi apapun. Karena dengan bersyukur maka beban hidup yang berat akan terasa ringan dan membuat kita bahagia.

“Kita hidup itu harus semampunya, bukan semaunya. Kita wajib bersyukur masih merasakan panen dan tanaman kita tidak terserang hama,” imbau Surata.

Dalam sambutannya, Camat Cawas, Moh Prihadi mengimbau semua warga untuk tetap menaati protokol kesehatan, selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak serta tidak berkerumun.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan penambahan pasien positif Covid-19 di Klaten kemarin, Kamis (27/08/2020) melonjak hingga mencapai 27 orang. Kita semua wajib bersama-sama mencegah penularan Covid-19,” tuturnya. (ino)