Umum

Silaturahmi Wedding Klaten Gelar Simulasi Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi

Klaten, saktenane.com

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan sendi- sendi perekonomian masyarakat, terlebih bagi para pekerja seni dan pelaku usaha di bidang jasa yang melayani kebutuhan resepsi seperti event organizer, wedding organizer, rias pengantin, dekorasi, sound system, jasa fotografi dan video shoting, persewaan tenda dan peralatan pesta, catering, penyanyi, organ tunggal dan yang lainnya.

Selama masa pandemi, tentu saja penghasilan mereka merosot drastis, karena protokol kesehatan mengharuskan orang tidak berkumpul. Namun belakangan ini, dengan adanya adaptasi kebiasaan baru, pemerintah Kabupaten Klaten telah mengijinkan apabila ada masyarakat yang akan menggelar hajatan atau resepsi pernikahan namun harus tetap menaati protokol kesehatan.

Untuk sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana tata cara melaksanakan resepsi pernikahan yang sesuai dengan protokol Covid-19, maka organisasi kemasyarakatan Silaturahmi Wedding mengadakan simulasi pernikahan.

Pelaksanaan simulasi resepsi pernikahan (wedding) dilaksanakan di Gedung W Wongso Menggolo, Jalan Jogja-Solo Ngaran Mlese Klaten, Selasa (08/09/2020).

Tidak hanya pelaku di bidang wedding saja yang ikut serta dalam pelaksanaan simulasi tersebut, namun juga turut serta para pemangku kebijakan, baik di tingkat kabupaten, hingga di tingkat desa.

Dalam simulasi tersebut, diperagakan tatacara penerimaan tamu sesuai protokol kesehatan hingga proses kirab pengantin dan pelaksanaan prosesi adat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Assisten I Sekda Klaten yang sekaligus sebagai Koordinator 5 wilayah eks pembantu bupati, dr Ronny Roekminto menyampaikan, berbagai persiapan pasca adanya surat edaran bupati terkait diperbolehkannya menyelenggarakan hajatan di tengah pandemi, memang sangat diperlukan.

Menurut dr Ronny, berdasarkan pengamatan selama simulasi, meskipun dalam pelaksanaan simulasi resepsi pernikahan telah melaksanakan protokol kesehatan, namun ada beberapa catatan yang bisa untuk dilakukan perbaikan dalam beberapa event selanjutnya.

“Hal tersebut diantaranya, diwajibkan untuk tetap menjaga physical distancing di area ruangan, salah satunya tim dokumentasi untuk tidak bergerombol. Antara pintu masuk dan pintu keluar diharapkan dibuat terpisah, untuk menghindari tamu berkerumun,” ujar dr. Ronny.

Ia menjelaskan, tamu yang diundang menyesuaikan kapasitas gedung, maksimal 50 % dari kapasitas gedung seharusnya. Dan jika ada tamu yang kebetulan tidak bermasker, panitia bisa langsung memberikan masker. Sistem pengawasan nantinya juga akan dilakukan berkaitan dengan penyelenggaraan pernikahan di Kota Klaten. Mulai dari persiapan, prosesi, hingga pasca acara. Dan apabila dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan aturan surat edaran bupati, bukan tidak mungkin kegiatan diharuskan bubar.

“Manakala tidak sesuai dengan SE Bupati, maka salah satu sanksinya diminta untuk membubarkan kegiatan. Sehingga tadi kami perhatikan mulai awal titik-titik kerawanan apa yang bisa menimbulkan kerumunan itu kami sampaikan kepada penyelenggara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Silaturahmi Wedding, Hardiyanto mengatakan, kegiatan simulasi wedding ini sebagai bentuk persiapan dalam melaksanakan hajatan wedding di tengah pandemi. Dengan simulasi ini, nantinya akan mengetahui, hal apa saja yang perlu diperbaiki, agar pelaksanaan hajatan tetap aman, dan sesuai protokol kesehatan, sehingga kekhawatiran akan munculnya penyebaran covid-19 di dalam hajatan bisa di minimalisir.

“Ini adalah sosialisasi terkait surat edaran bupati yang keluar pada bulan Agustus kemarin, yang memperbolehkan kegiatan hajatan. Hal inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, dan kami selaku pelaku usaha, ikut mensosialisasikan edaran tersebut kepada para pelaku usaha di bidang wedding, serta kepada para pemangku kebijakan hingga di tingkat desa,” tuturnya.

Hardiyanto menambahkan, dalam sosialisasi tersebut juga diberikan arahan dari pemerintah yang diwakili oleh dinas kesehatan terkait pelaksanaan wedding, dan juga dari BPBD terkait hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan wedding, baik dari persiapan hingga akhir acara. Sehingga pelaksanaan acara sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19.(ino)

Add Comment

Click here to post a comment