Umum

Warga Desa Kenaiban Sudah Taat Protokol Kesehatan

Klaten, saktenane.com

Warga Desa Kenaiban Sudah Taat Protokol Kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala Desa Kenaiban seusai operasi yustisi yang dilaksanakan di wilayah Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Selasa (29/09/2020) pagi.

Kepala Desa Kenaiban, Toni Cahyo Nugroho menjelaskan, dalam operasi yustisi pendisiplinan masyarakat untuk manaati protokol kesehatan ini terjaring 20 orang pelanggar.

” Terjaring 20 orang pelanggar, tetapi tidak ada satupun warga Kenaiban, justru masyarakat luar yang kebetulan melintas,” tuturnya.

Dengan hasil operasi yustisi ini, menurut Toni, bisa dijadikan tolok ukur sampai sejauh mana tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, dengan tidak adanya warga kenaiban yang terjaring operasi, berarti tingkat kesadaran masyarakat sudah tinggi atau bisa dibilang sudah taat protokol kesehatan. Dan ini harus dipertahankan agar tidak terjadi penularan Covid-19 di Desa Kenaiban,” ujarnya.

Kades Kenaiban menyebutkan, dalam operasi yustisi ini melibatkan 30 personel dari gugus tugas Covid-19 tingkat desa, gugus tugas kecamatan, jajaran Polsek Juwiring, Koramil, relawan Ring 1 Kecamatan Juwiring, Pensosmas Kecamatan Juwiring dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat.

” Operasi hari ini diadakan di 3 titik lokasi di wilayah Desa Kenaiban, yakni di jalan selatan SMPN1 Juwiring, di Pencil Pundungan dan persimpangan Masjid Riyadhul Jannah,” jelas pak kades.

Sedangkan sanksi untuk pelanggar, kata Toni, diberikan sanksi untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan sanksi push up agar badan lebih sehat.

“Untuk saat ini belum diambil tindakan sesuai Perbup. Untuk putaran yang berikutnya akan diberi sanksi sesuai Perbup yakni penahanan identitas bagi masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan, upaya lain dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yakni dengan penyemprotan disinfektan secara massal dan rutin. Sasaran penyemprotan disamping rumah warga juga tempat-tempat umum yang sering dikunjungi warga serta tempat ibadah.

“Di desa kami, juga kami siapkan rumah isolasi mandiri disamping kantor desa yang berkapasitas 20 orang. Hanya untuk antisipasi saja, semoga tidak ada yang tertular Covid19,” pungkasnya. (ino)