Umum

Pandemi, Nasabah Bank Klaten Cenderung Menabung

Klaten, saktenane.com

Masa pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi segala aspek ataupun sektor yang membuat segala aktivitas mulai dibatasi, banyak pula masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan berkurang pemasukannya untuk pemenuhan sehari-hari. Pemandangan berbeda terjadi pada nasabah Bank Klaten yang justru malah banyak yang menyisihkan uangnya untuk ditabung.

Pada saat Rapat Umum Pemegang Saham, Rabu (04/11/2020) di Aula Bank Klaten. Direktur Utama Bank Klaten, Tulus Yunianto mengatakan Tabungan Alhamdulillah dari 103 M diposisi 2019 terdapat 168 M, September 2020 sebesar 243 M. Rata-rata tumbuh untuk tabungan itu setiap tahun 22,6 %. Deposito dari 64,8 M posisi 2019 127 M, di September 141, 5 M. Rata-rata tumbuh setiap tahun 19,7 M.

“Ini ada fenomena menarik orang mengajukan kredit tidak banyak kalau yang mengajukan rata-rata hasilnya tidak bagus, sementara malah banyak penabung yang masuk. Beberapa kami tanyakan mencari aman. Mohon maaf tidak saya sebutkan namanya, tapi nominalnya saya sebut ada 3 M masuk katanya dulu di Koperasi takut kalau ada apa-apa pindah ke Bank Klaten, dan karena kami uangnya agak berlebih, ya kalau mau, kami bahkan hanya jual sekitar 6,5 % padahal harga sekitar 7,5 % nasabahnya mau,” ujarnya.

Menurutnya, kemudian tabungan juga tidak banyak penarikan, hanya diawal-awal pandemi sekitar Maret sampai April. Namun sekarang malah banyak warga masyarakat yang menabung.

Jajang Prihono, Inspektorat Klaten mengapresiasi dalam 5 tahun terakhir selalu Bank Klaten mendapatkan nominasi terkait dengan penghargaan-penghargaan tingkat nasional dan sampai empat besar sungguh luar biasa. Presentase cukup bagus, tidak dipungkiri modal ini menjadi salah satu faktor utama yang perlu mendapatkan suntikan tersendiri artinya harapannya dengan modal bertambah nanti pertumbuhan kredit juga bertambah.

Secara keseluruhan semua sektor keuangan terdampak covid-19, tapi faktanya malah yang terjadi berbeda di Bank Klaten. Justru masyarakat lebih banyak menabung ke Bank Klaten, menjadi potensi tersendiri bagi Bank Klaten tentu apresiasi yang luar biasa. Barangkali itu ada korelasinya dengan jumlah sumber daya dari pak direktur Bank Klaten yang 70 % tadi marketing, tentunya jadi satu tolak ukur indikator keberhasilan Bank Klaten bisa masuk ke komponen UMKM terutama. Sektor produktif tidak melulu potong gaji menjadi sinyal positif tersendiri.

Sebelum rapat usai Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko juga berpesan kepada seluruh pekerja di Bank Klaten ini waktunya untuk melakukan ekspansi. Jangan menunggu ekonomi baik baru ekspansi ketinggalan untuk lembaga keuangan. Jadi kondisi buruk ini justru baik, karena sebenarnya yang punya persiapan baik justru bank-bank kecil hari ini. (ino)