Klaten, saktenane.com
Pandemi membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kelimpungan, tak terkecuali bagi pengrajin gitar dan kentrung di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Hal itu membuat Kades Bener Suparni memutar otak agar bisa memberikan bantuan bagi para pengrajin tersebut.
“Sekarang pengrajin sulit untuk memasarkan, buyer berhenti tidak menerima setoran,” ujar Suparni, Senin (19/04/2021) siang.
Ia menjelaskan, saat ini banyak pengrajin yang menghentikan produksinya untuk beralih ke profesi yang lain untuk menyambung hidup.
“Ada yang kerja di pabrik, ada juga yang buruh serabutan demi mencari nafkah,” ungkapnya.
Menurut Suparni, jumlah perajin di wilayahnya kurang lebih sebanyak 140 orang, yang tersebar di 14 RT. Mereka memproduksi gitar, kentrung, ketipung, drumband, dan alat musik lainnya.
“Pemasarannya sudah tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Sudah sampai Jakarta, Surabaya, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya.
Kata Suparni, pihaknya kini sedang mengupayakan bantuan UMKM bagi perajin gitar dan kentrung agar bisa digunakan untuk modal usaha.
“Akan kami ajukan ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klaten,” imbuhnya. (ino)

