Sri Sultan Kukuhkan Lurah Sebagai Pemangku Keistimewaan

Yogyakarta, saktenane.com

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di hadapan ratusan lurah dari 4 kabupaten berharap lurah sebagai pemangku keistimewaan mampu mengemban tugas dan mampu meneguhkan lurah sebagai amongrogo.
Hal tersebut di sampaikan Gubernur dalam pengkuhan lurah sebagai pemangku keistimewaan dan pamong lurah Nayantaka, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (08/02/2022).

Pengukuhan lurah sebagai pemangku keistimewaan dan pengukuhan pengurus paguyuban lurah dan pamong kalurahan diy nayantaka sesuai dengan keputusan Gubernur.

Pengukuhan pengurus nanyantaka paguyuban lurah dan pamong kalurahan
Sesuai Keputusan Gubernur SK No. 31/ kep/ 2022 tanggal 28 februari 2020 tentang pengukukuhan masa bhakti tahun 2022 -2025.

Pengukuhan nayantaka di tandai dengan penyerahan songsong oleh Gubernur yang di awali dari Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman

Di depan 242 lurah se- DIY, Gubernur menyampaikan bahwa kalurahan merupakan bentuk pemerintahan asli dan terdepan di DIY dalam bingkai siatem NKRI. Nilai filosofi Yogyakarta dengan memangku hayuning bawana dan sangkan paraning dumadi, manunggaling kawulo gusti. Hendaknya di teladani oleh para lurah dalam menjalankan perannya sebagai pemangku keistimewaan

“Patut bersyukur momentum pengukuhan sebagai pemangku keistimewaan di harapkan semakin mampu meneguhkan sosok lurah sebagai among rogo yang benar- benar mengawulo kepada masyarakat bangsa dan negara sehingga lurah memahami 4 syarat miputi Kewasisan, taberi, budirahayu dan kasarasan” terang Gubernur

Untuk meningkatkan nilai good goverment, Pemda DIY perlu membentuk paguyubam lurah dan pamong dalam wadah Nayantaka.

Pemilihan nama mengarah pada sosok semar yang memiliki sikap negoro nayantaka merepresentasi niali filosofi sangkan paraning dumari sifat sikap dan bentuk leran modal sosial menuju jogja mulai sehatera, Nayantaka yang berarti pemimpin

Secara harfiyah sosok pemimpin yang senantiasa mengabdi untuk meringankan beban orang lain berlaku adil dan bertujuan menyejahterakan masyarakatnya lahir dan batin.

Gubernur selanjutnya setelah di kukuhkanya meminta nayantaka segera menyusun visi misi organisasi dan program kerjanya dengan menyematkan Greget gumbregah sengguh ora mingkuh dan Ingin menyaksikan bagaimana kiprah nayantaka membumikan visi misi, mentrasnformasi berbagai ide mengupayakan berbagai tindakan yang menjadi titik tolak sinergitas antar fihak dalam membangun kalurahan dengan muara pada meningkatnya bkuakitas hidup masyarakatnya.

Dalam hal ini Wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom.,M.Si mengucapkan selamat atas diembannya amanah dan tanggungjawab. Wakil Bupati juga mengharapkan lurah sebagai pemangku keistimewaan harus mampu menjadi suri teladan ing ngarso sung tulodho sebagai garda terdepan dalam menberikan dan melayani masyarakat, sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah melakukan pemetaan-pemetaan sehingga penyelenggaraan program dapat lebih terarah dan tetukur dalam panfaatan sumber daya yang ada.
Perkembangan teknologi pemdes di tuntut lebih responsif adaptif inovatif kreatif untuk bisa lebih cepat tanggap dalam menghadapi permasalahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *