Industri Tekstil Kian Lesu, Omset Lurik Prasojo Justru Meningkat

Klaten, saktenane.com

Industri tekstil di tanah air kian lesu, omset Lurik Prasojo justru malah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disampaikan Hanggo Wahyu Amertho selaku Direktur Utama PT. Kosoema Nanda Putra kepada awak media seusai kunjungan  pasangan Calon Gubernur -Wakil Gubernur Jawa Tengah  nomor urut 1, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi di Lurik Prasojo, Rabu (06/11/2024) siang.

Hanggo menyatakan, untuk produksi lurik tidak pernah ada guncangan apapun. permintaan stabil malah cenderung naik (growth).

“Karena memang wastra lurik terbaik di Indonesia ya di Prasojo ini. Alhamdulillah Agustus kemarin kami sudah ekspor perdana ke negara Thailand,” ungkap suami Maharani selaku pemilik Lurik Prasojo.

Suami Mbak Rani ini menyebutkan, Lurik Prasojo sudah dikenal di manca negara.

“Produk-produk kami mendapat sambutan luar biasa. Lurik Prasojo bahkan tampil dalam berbagai acara fashion internasional seperti London Fashion Show, Canada Fashion Show dan Japan Fashion Show,” terangnya.

Mengenai industri tekstil yang saat ini sedang lesu, Hanggo menyebutkan, pangsa pasar tekstil di dalam negeri sebenarnya sangat besar sekali. Asalkan regulasi import diatur ketat seperti di negara-negara lain, dirinya optimis industri tekstil akan normal kembali.

Thrifting (pakaian bekas)  seharusnya benar-benar dilarang. Karena jelas menyalahi undang-undang, namun sampai saat ini tetap beredar,” tandasnya.

Menurut Hanggo, pasar lokal untuk tekstil sangat kuat sekali, namun karena kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik baik saja, sehingga daya beli masyarakat menurun.

Sementara itu,  Andika Perkasa mengatakan,  sektor tekstil saat ini memang sedang menghadapi tantangan cukup besar. Tantangan tersebut harus diatasi secara gotong royong antara pemerintah di tingkat kabupaten, kota, provinsi hingga pusat.

“Sebab industri tekstil ini kan padat karya yang mana substansinya banyak orang yang bergantung terhadap keberlanjutan masa depan tekstil. Sehingga kita harus carikan solusi agar lambat laun sektor tersebut tidak mengalami kesulitan,” jelas Andika. (ino)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *