Umum

Klaten Anggarkan 220 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

Klaten, saktenane.com
Pemerintah Kabupaten Klaten menganggarkan dana 220 Miliar untuk penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani saat penyaluran bansos secara simbolis di Eks kawedanan Jatinom, Jumat (03/07/2020).

Dalam sambutannya di Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, anggaran untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Klaten sebesar 220 miliar rupiah, yang digunakan untuk penanganan kesehatan seperti pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan kesehatan lainnya, juga untuk pemulihan bidang ekonomi seperti pemberian bansos untuk warga yang terdampak virus corona.

” Pemberian bantuan tersebut sebagai wujud pemerintah hadir bersama masyarakat untuk menangani dampak virus corona,” kata Sri Mulyani.

Dikatakan, setelah pemerintah hadir membantu warga yang terdampak virus corona, maka tugas dan kewajiban warga untuk mentaati protokol kesehatan sehingga Klaten segera menuju zero atau nol virus corona.

“Sehingga warga segera dapat menuju new normal atau pola kehidupan baru dan warga dapat produktif kembali meskipun tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan membiasakan cuci tangan pakai sabun,” ucapnya.

Mulai 1 Juli 2020, kata Sri Mulyani, Pemkab Klaten bersama Kodim 0723 Klaten dan Polres Klaten menerapkan sanksi KTP disita jika warga ke luar rumah tidak memakai masker.

“Sanksinya masih ringan, berupa KTP disita, namun jika nanti setelah dievaluasi warga masih banyak yang tidak disiplin memakai masker maka sanksinya bisa dibuat lebih berat lagi,” ujar bupati.

Bupati Klaten menegaskan, sesuai arahan Presiden RI, Ir H Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, Pemkab Klaten bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah tidak akan buru-buru menerapkan new normal. Maka dari itu diharapkan warga agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak ada penularan lagi virus corona di Klaten dan pasien yang masih sakit segera sembuh semuanya. (red)