Umum

Entaskan Kemiskinan, Baznas Provinsi Jawa Tengah Gelar Pelatihan UMKM

Klaten, saktenane.com

Membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, Baznas Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan UMKM (usaha mikro kecil menengah) bagi para mustahik yang masih berusia produktif. Adapun untuk pelatihan kali ini dikhususkan untuk mustahik dari wilayah eks karesidenan Surakarta.

Acara yang dilaksanakan di gedung serba guna Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (02/10/2020) ini diikuti peserta sebanyak 104 mustahik se-Solo Raya kecuali Kabupaten Sragen dan Wonogiri. Dikarenakan untuk 2 kabupaten tersebut juga mengadakan pelatihan yang sama di wilayahnya.

Materi pelatihan UMKM ini meliputi budidaya lele sistem bioflog, budidaya jangkrik, budidaya cacing sutra dan smart farming. Materi ini diberikan karena selain cara budidaya yang mudah, pangsa pasar juga terbuka luas.

Pelatihan UMKM bagi para mustahik produktif ini secara simbolis dibuka oleh Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko dengan penyematan tanda peserta.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Klaten  Sujarwanto Dwiatmoko berpesan agar peserta serius dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini, sehingga nantinya dapat mengembangkan ilmu yang didapat untuk menumbuhkan semangat entrepreneur di daerahnya.

” Ini program sinergi antara Baznas Jawa Tengah dan Baznas Kabupaten Klaten dalam hal pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Seusai pembukaan acara pelatihan, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji menyampaikan, kegiatan pelatihan ini sebagai upaya Baznas membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah sekaligus sebagai langkah antisipasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Ini merupakan langkah efektif dari Baznas. Pelatihan seperti ini sudah sering kami lakukan di seluruh Kabupaten/Kota diwilayah Jawa Tengah,” ujar Ahmad Darodji, Jumat (02/10/2020).

Ia menambahkan, Baznas selain mengadakan pelatihan produktif juga memberikan bantuan papan (tempat tinggal) bagi warga yang tidak mampu berupa rehab RTLH (rumah tidak layak huni). (ino)