Umum

Desa Plosowangi Cawas Siap Jadi Desa Layak Anak

Klaten, saktenane.com

Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten bersiap diri untuk menjadi Desa Layak Anak ( DLA). Dalam rangka kesiapan tersebut, Desa Plosowangi mengadakan sosialisasi, pembentukan gugus tugas, pembentukan forum anak dan melakukan pendataan permasalahan anak di aula kantor desa setempat, Selasa (06/10/2020) siang.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten Much Nasir dan staff, Camat Cawas Moh Prihadi beserta jajarannya, babinsa dan bhabinkamtibmas desa setempat, kepala desa dan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT dan ketua RW, ibu-ibu PKK, kader posyandu serta karang taruna.

Kepala Desa Plosowangi, Surip Harso Wiyono mengatakan, Desa Plosowangi siap untuk menjadi Desa Layak Anak. Semua warga sudah berkomitmen untuk mendukung program DLA ini.

” Kami akan melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan program yang telah ditentukan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya program DLA ini, anak-anak di Desa Plosowangi nanti bisa berkembang dengan baik, dan saat dewasanya nanti menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten, Much Nasir menjelaskan, dirinya sudah 4 hari mengadakan roadshow dalam rangka pembentukan Desa Layak Anak. Karena Anak merupakan tanggung jawab kita bersama terkait dengan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya.

“Tujuannya agar desa layak anak memberikan tempat (space) agar anak ini bisa berkreasi memberikan hak untuk berpartisipasi terhadap pembangunan desa,” tandasnya.

Much Nasir menyebutkan, dengan adanya DLA ini outputnya adalah terbentuknya gugus tugas layak anak ditingkat desa dan forum anak sebagai media anak untuk berkreasi.

” Saya harapkan kepala desa untuk mendukung program ini sehingga nantinya setelah desa sudah terbentuk, akan disusul dengan Kecamatan Layak Anak. Dalam penganggaran di desa, harus diperhatikan, bahwa membangun desa tidak hanya membangun fisik (sarana prasarana) saja, namun juga harus memperhatikan pembangunan sumber daya manusia (SDM), utamanya anak-anak. Karena anak merupakan investasi yang luar biasa untuk kita semuanya,” ujarnya.

Much Nasir menambahkan, saat ini Kabupaten Klaten predikatnya adalah Kabupaten Layak Anak tingkat Madya, ia berharap tahun 2021 menjadi Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya. Sudah ada 240 desa di Kabupaten Klaten yang sudah berpredikat Desa Layak Anak. (ino)