Umum

Pupuk Langka, Petani Klaten Curhat

Klaten, saktenane.com

Dalam kunjungannya ke Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko mendadak dicurhati seorang petani mulai dari kelangkaan pupuk hingga menurunnya hasil panen akibat hama wereng.

Petani yang akrab disapa Mbah Sukam (75) tersebut ngudo roso saat bertemu Bupati Sujarwanto, Kamis (08/10/2020) di kantor Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.

Dengan suasana yang hangat seperti tanpa sekat antara kepala daerah dan masyarakatnya, Sujarwanto antusias mendengarkan keluh kesah Mbah Sukam dan sesekali ia menanggapinya.

“Masalahipun gagal panen meniko wonten wereng pak, terus sing tahun sak meniko, mboten wonten pupuk saking bantuan pemerintah niku mboten wonten, cara carane wong tani kelabakan nggen pupuk ten agen niku mboten wonten pak (masalahnya gagal panen karena ada wereng pak, terus tahun ini, tidak ada pupuk dari bantuan pemerintah itu tidak ada, istilah petani kelabakan untuk pupuk di agen itu tidak ada),” ujarnya dihadapan Sujarwanto.

Mbah Sukam menceritakan, dari lahan sawahnya yang seluas 2200 meter persegi tersebut, hasil panen yang biasanya sekitar 1 ton gabah kini menurun menjadi 5 kuintal gabah akibat terserang hama wereng.

Sujarwanto yang juga lahir di Gantiwarno tersebut mampu memahami apa yang dirasakan Mbah Sukam, pasalnya dirinya juga besar di tengah-tengah lingkungan petani.

“Sakniki nandur pari malih, pupuk butuhe pinten? (Sekarang nandur padi lagi, pupuk butuhnya berapa?),” tanya Sujarwanto.

Mbah Sukam menimpali bahwa kebutuhan pupuknya sekitar tiga hingga empat sak atau sekitar dua kuintal. Diperkirakan untuk empat sak pupuk bersubsidi Ia harus mengeluarkan sekitar 400 ribu.

Namun karena susah menemui pupuk bersubsidi di agen, maka ia membeli pupuk non subsidi dengan harga yang lebih mahal.

“Nek mboten subsidi kala wingi kulo tumbas niki setunggal sak pupuk ZA 170 ewu (kalau bukan pupuk bersubsidi kemarin saya beli satu karung pupuk ZA seharga 170 ribu),” jawab Mbah Sukam.

Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko mengapresiasi petani tersebut karena mau berdiskusi kendala-kendala yang dihadapi di para petani di lapangan padanya. Terkait aspirasi dari masyarakat tersebut akan ditampung oleh Sujarwanto, yang nantinya akan dikoordinasikan dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten guna mengambil langkah strategis.

Mengingat, bahwa Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah. Sehingga sektor pertanian menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah Kabupaten Klaten.

Sebagai informasi, dalam kunjungannya ke Desa Towangsan, Pjs Bupati Klaten turut meninjau penyaluran bantuan sembako dari Provinsi Jawa Tengah yang disalurkan di Kantor Desa Towangsan, Kamis (08/10/2020) pagi. Setidaknya terdapat 91 penerima bantuan di desa setempat yang mendapatkan bantuan. (ino)

Add Comment

Click here to post a comment