Wisata

Nahkoda Perahu Yang Terbalik di Kedung Ombo Ternyata Masih Bocah

Boyolali, saktenane.com
Nahkoda perahu yang terbalik di Waduk Kedung Ombo,Dk.Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, ternyata masih bocah. Perahu yang mengangkut 20 penumpang tersebut, dinahkodai anak berusia 13 tahun.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond menyebutkan, perahu yang terbalik tersebut idealnya hanya bisa untuk 14 penumpang ditambah nahkoda, tetapi dipaksakan untuk membawa 20 orang penumpang.

“Kami masih memeriksa saksi-saksi untuk mencari dan mengetahui penyebab terbaliknya perahu tersebut, ujar Kapolres, Minggu (16/05/2021).

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat BPBD Kabupaten Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo menyatakan, Tim SAR gabungan telah menghentikan sementara pencarian dua korban yang belum ditemukan atas nama Jalal (1) warga Pilangrejo Boyolali dan Nikem Safitri (10), warga Gobrogan.

Ia mengatakan, pencarian korban dengan penyelaman dimulai pukul 14.00 WIB dengan memperluas jaraknya dengan kedalaman air di atas 15 meter atau ditambah 10 meter kedalamannya. Namun, hasilnya belum menemukan kedua korban.

SAR gabungan menghentikan pencarian dua korban perahu tenggelam yang belum ditemukan pada sekitar pukul 17.30 WIB. Hal itu, pengingat stamina para penyelam yang tadi dilakukan penambahan area dan kedalaman pencarian korban.

“Kami hentikan dahulu, setelah Salat Magrib dilakukan evaluasi. Kami setelah Salat Isya kembali melakukan pencarian korban dengan kegiatan senyap patroli di sepanjang area Kedung Ombo dengan menggunakan perahu karet membawa jaring dan membawa lampu penerangan,” ujarnya, Minggu (16/05/2021) petang.

Dia menjelaskan, jumlah korban kecelakaan air perahu tenggelam di Kedung Ombo Boyolali, sudah ditetapkan sebelumnya sebanyak 9 orang hilang dan tujuh korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami terakhir telah menemukan satu korban atas nama Destri Pramaswati (8), warga Desa Pilangrejo Kecamatan Juwangi Boyolali, pada pukul 07.15 WIB, dan masih ada dua korban lagi atas nama Jalal (1) warga Pilangrejo Juwangi Boyolali dan Nikem Safitri (10), warga Grobogan yang belum ditemukan,” ungkapnya.