Hukum

Untuk Rakit Balon Raksasa Yang Jatuh di Delanggu,  Pelaku Habiskan  Dana 1,5 Juta Rupiah

Klaten,  saktenane.com
Untuk merakit balon udara raksasa berisi mercon yang jatuh dan meledak di wilayah Desa Sabrang,  Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (17/05), pelaku menghabiskan dana 1,5 juta rupiah untuk membeli peralatan dan bahan guna membuat balon dan mercon. Hal itu terungkap saat konferensi pers di Mapolres Klaten,  Selasa (18/05/2021) siang. 

Tersangka  yang berinisial AG mengatakan,  untuk membuat  balon udara raksasa yang didalamnya terdapat mercon tersebut, dirinya beserta rekan-rekannya menghabiskan dana 1,5 juta rupiah untuk berbelanja bahan dan peralatan. 

“Untuk memeriahkan suasana lebaran saja,  sudah tradisi.  Lebaran ini sudah menerbangkan balon 2 kali,  pada hari Sabtu(15/05) dan Senin(17/05),” ucapnya. 

Sementara itu,  AKBP Iwan dari Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah menyatakan, mercon yang jatuh di TKP termasuk bahan peledak low explosive, tetapi rawan terhadap gesekan,guncangan, tekanan dan panas.

“Yang digunakan senyawa kalium klorat, belerang dan aluminium dengan perbandingan 3:2:1,” terangnya. 

Ditempat yang sama, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menyebutkan,  dalam kejadian tersebut sudah ditetapkan lima orang tersangka,  yakni AG, AP, NT, MM dan N. Kelimanya merupakan warga Srumbung Magelang. 

“Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat dan Pasal 188 KUHP dengan ancaman pidana paling lama  5 tahun penjara,” ujar AKBP Edy Suranta Sitepu. 

Kapolres menjelaskan,  kelima tersangka merakit dan menerbangkan balon udara di Srumbung Magelang sekira pukul 07.00 WIB.  Setelah ditunggu sampai balon tidak kelihatan, kemudian mereka membubarkan diri.

“Dalam balon raksasa tersebut terdapat rangkaian mercon dari ukuran yang terkecil sampai yang terbesar. Mercon akan menyala dan meletus selama balon udara diterbangkan,” ungkapnya. 
Berselang satu setengah jam lamanya,  menurut Kapolres,  balon udara berdiameter 3 meter  tersebut jatuh di wilayah Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu. 

“Jatuh di pekarangan warga sekira pukul 08.30 WIB.  Mengakibatkan kerusakan pada jendela milik warga setempat,” jelasnya. 

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan keselamatan umum. 

“Kami tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas bagi mereka yang membahayakan keselamatan umum,” tandasnya. (ino)