Umum

Lapak Ganjar Berhasil Dongkrak UMKM

Bandung, saktenane.com
Lapak Ganjar, media promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata mampu memberikan manfaat bagi UMKM bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan daerah lain seperti di Jawa Barat.

UMKM yang diunggah di instagram story orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun kebanjiran orderan.

Siti Alika, warga Jalan Srimahi 3 Nomor 13 Kota Bandung telah merasakan hasilnya. Usaha hampers yang dijalankan pada Ramadan lalu, mengalami peningkatan penjualan usai diikutkan Lapak Ganjar.

“Sebenarnya saya buka usaha kedai. Nah, waktu Ramadan kemarin itu saya coba usaha hampers dan saya promosikan di Lapak Ganjar, dan responnya positif. Banyak yang order bahkan dari luar Bandung,” ungkap remaja 25 tahun itu, saat ditemui baru-baru ini.

Menurutnya, promosi lewat Lapak Ganjar cukup efektif. Sebab, akun instagram Ganjar Pranowo memiliki jutaan pengikut.

“Follower Pak Ganjar kan banyak ya, jadi salah satu upaya saya promosikan usaha ini,” paparnya.

Diceritakan, awalnya Alika merupakan karyawan di sebuah perusahaan finance dan memiliki usaha sampingan kedai makan. Namun, sejak pandemi Covid-19, ia terpaksa dirumahkan dan usaha kedainya sepi. Alika berusaha tetap survive dengan mempertahankan usaha kedainya meski sempat pindah dari lokasi semula ke rumahnya.

“Saya dirumahkan dari perusahaan karena pandemi. Dan usaha kedai yang awalnya di dekat jalan, harus pindah ke rumah,” imbuhnya.

Di kedainya, Alika menyediakan menu makanan seperti barbeque, spagheti, macaroni, makanan jenis pasta lainnya, dan kue kering. Produknya bisa dilihat di akun instagram @l.kitchenbdg.

“Nah, waktu Ramadan saya coba buka usaha hampers dengan isi itu. Ya, saya promosikan di Lapak Ganjar dan responnya bagus. Saya berharap UMKM di Jawa Barat tetap semangat dan survive meski pandemi. Salah satunya bisa dipromosikan di Lapak Ganjar,” tutur dia.

Cerita serupa juga disampaikan Deni, perajin tumbler berbahan baku bambu. Ia mengaku usahanya semakin dikenal masyarakat luas setelah mempromosikan lewat Lapak Ganjar.

“Gak sengaja dengar radio ada Lapak Ganjar. Akhirnya saya follow, posting dan alhamdulillah pesanan nambah, follower juga nambah,” kisah Deni.
Awalnya, warga komplek Unisba Jalan Unisba VII Nomor 287 Jatihandap Kabupaten Bandung ini bekerja di perusahaan pembuat angklung. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan ia harus dirumahkan.

“Kebetulan saya punya tempat workshop sendiri yang juga bikin angklung. Saya punya ide buat tumbler dan cangkir dari bambu,” jelasnya.

Nah, tempat workshopnya kembali ia hidupkan dengan memproduksi tumbler dan cangkir. Upaya promosi digencarkan, salah satunya di Lapak Ganjar.

“Pekerja di worksop saya juga sempat saya rumahkan. Tapi saya tarik lagi untuk usaha tumbler dan cangkir ini. Setelah ikut Lapak Ganjar banyak pesanan dari luar daerah, seperti Tegal, Bangkabelitung, Balikpapan, dan ini sedang mengerjakan pesanan dari Sukabumi,” katanya.

Harga tumbler dan cangkir bambu tersebut relatif terjangkau. Bahkan kualitas produknya disebutnya lebih awet dan lama menahan suhu panas maupun dingin.

“Untuk cangkir mulai harga Rp 15 ribu. Kalau tumbler ada Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu. Tahan panas sampai delapan jam, dan menariknya bisa custom. Tapi saya juga memproduksi jam tangan, jam dinding, speaker aktif, dan lainnya. Semua bahan dari bambu yang saya ambil dari sekitar sini saja,” tambah Deni.

Bagi yang ingin melihat produk bambunya bisa kunjungi akun instagram @denicraft80

“Mudah-mudahan lewat Lapak Ganjar bisa lebih viral dan banyak pesanan. Ayo UMKM Jawa Barat ikut Lapak Ganjar bisa nambah pesanan,” tandasnya.