Umum

Anak Jalanan di Klaten Kampanyekan Vaksinasi Covid

Klaten, saktenane.com
Anak jalanan tidak selalu identik dengan stigma negatif. Buktinya adalah anak jalanan Klaten yang bergabung dalam seniman jalanan Putra Pangestu. Biasa mangkal dan ngamen di perempatan GOR Gelarsena Klaten, mereka menghibur pengendara jalan sambil kampanye vaksinasi kepada masyarakat dengan tulisan – tulisan poster sederhana.

Aksi yang dilakukan seniman jalanan beberapa waktu lalui itu cukup mengundang perhatian. Sebanyak 5 anak jalanan berbaris di pinggir Jalan Mayor Kusmanto Klaten. Berdiri di samping alat musik angklungnya, ketipung dan drum, mereka menyuarakan pesan edukatif. Ada kalimat Ayo Vaksin Biar Kuat, Stop Covid 19 Dg Vaksin, sampai tulisan Kami Siap Divaksin.

Aksi kampanye simpatik anak jalanan Putra Pangestu itu tak lepas dari peran Abian (30), sang Ketua Seniman Jalanan Putra Pangestu. Lelaki asal Gunung Kidul itu mengaku, kampanye vaksinasi itu didorong guru spiritualnya, Ustad Muh Zuhri, sekaligus petugas penyuluh Kementerian Agama Klaten.

“Kami ingin menyakinkan masyarakat kalau vaksinasi itu lebih besar manfaatnya daripada efek yang timbul. Jadi masyarakat jangan termakan berita hoax yang salah. Kami Putra Pangestu sudah divaksin, sehingga masyarakat tidak usah ragu berinteraksi dengan kami. Terpenting jangan takut divaksin. Kami sangat dibantu oleh Ustadz Zuhri yang sabar mendampingi kami” ungkap Abian saat dikonfirmasi, Rabu (29/09/2021) malam.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Klaten Zuhri yang mendampingi seniman jalanan Putra Pangestu menjelaskan, tidak mudah membujuk mereka untuk divaksin. Padahal aktifitasnya rentan terjadi penularan.

“Awalnya mereka itu apatis untuk divaksin. Cenderungnya tidak mau divaksin. Tapi lewat pendampingan dan komunikasi yang intensif, akhirnya mereka merespon positif. Bahkan mau kampanye vaksinasi” ujar Zuhri.

Petugas Penyuluh Agama Islam itu menuturkan kalau langkah ini menjadi contoh yang baik guna membantu pemerintah dalam percepatan vaksin. Diharapkan kata Zuhri, seniman Putra Pangestu ini bisa menjadi contoh masyarakat sekaligus sosialisasi pelaksanaan vaksinasi.

“Awalnya kami bantu mereka secara administratif saat mau vaksin. Fotokopi KK dan KTP kami kumpulkan. Sebanyak 22 anggota Putra Pangestu Senin lalu (27/09) sudah dapat vaksin dosis pertama. Semoga aksi teman – teman ini bisa ditiru banyak orang, kaitanya percepatan vaksinasi. Kami hanya memberi semangat agar anak-anak terus berbuat baik sesuai syariat agama” tambahnya.