Klaten, saktenane.com
Untuk mempersiapkan para calon pemimpin masa depan, Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten menerjunkan 297 mahasiswa untuk melakukan KKT KKN ke 11 desa di wilayah Kabupaten Klaten.
KKT KKN Unwidha Klaten ini dilepas oleh Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono di Kampus Unwidha Klaten, Senin (05/08/2024) pagi.
Dalam sambutannya, Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono mengatakan, mahasiswa adalah kaum intelektual dan calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Pada tahun 2045 nanti, ketika Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan atau Indonesia Emas, para mahasiswa ini akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.
“Tentu saja mahasiswa tidak cukup hanya dengan berbekal ilmu yang sifatnya intelektual di kampus. Tetapi perlu belajar lagi di masyarakat. Tentu saja untuk memahami permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, yang kelak, saya yakin itu akan sangat berharga. Akan memberi manfaat dalam dunia profesinya masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan KKT KKN ini diharapkan para mahasiswa bisa membangun sebuah komunikasi dengan masyarakat dan bisa mengembangkan inovasi dan teknologi yang berbasis pengetahuan yang mereka miliki. Serta diharapkan kegiatan KKT KKN ini bisa memberikan dampak secara sosial.
“Intinya, bahwa selama satu bulan, Anda harus tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental. Jangan hanya berfokus pada pencapaian nilai. Tetapi berpikirlah kepada kesehatan dan keselamatan serta pengabdian yang berorientasi kepada nilai masyarakat. Yang itu, menurut saya, jauh lebih penting,” imbau Prof. Triyono.
Sementara itu, Ketua Panitia KKT KKN Unwidha Klaten 2024, Dr Ronggo Warsito dalam laporannya menyampaikan, kegiatan KKT KKN mahasiswa Unwidha tahun 2024 ini telah dilaksanakan secara prosedural.
“Diawali dari pembentukan panitia oleh Rektor. Kemudian pendaftaran peserta, pembekalan, dan penerjunan mahasiswa ke lokasi KKT KKN pada hari ini. Jumlah peserta KKT KKN tahun 2024 terdaftar 297 mahasiswa,” jelasnya.
Dr Ronggo Warsito menyebutkan, dari 297 mahasiswa KKT KKN Unwidha Klaten ini didistribusikan ke dalam 20 kelompok yang berada di 11 desa.
Untuk Kecamatan Kebonarum, mahasiswa KKT KKN Unwidha didistribusikan ke tujuh desa, yakni Desa Basin, Gondang, Karangduren, Malangjiwan, Menden, Ngrundul dan Pluneng. Di Kecamatan Kebonarum ini ada 14 kelompok, karena masing-masing desa ada dua kelompok.
“Kemudian di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah ada dua kelompok. Kecamatan Kalikotes ada tiga kelompok, yakni dua kelompok di Desa Jimbung dan satu kelompok di Desa di Ngemplak. Sedang di Kecamatan Wedi ada satu kelompok, yang ada di Desa Melikan,” terang Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwidha Klaten ini.
Ia menambahkan, khusus untuk KKT KKN di Desa Melikan, dengan materi tambahan mitigasi bencana. Dan Desa Ngemplak ada materi pengembangan pilot project Desa Pancasila tingkat nasional.
“Mahasiswa akan melaksanakan KKT KKN selama satu bulan, dari mulai 5 Agustus sampai 4 September 2024. Selama KKT KKN, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan,” tandasnya. (ino)

