Pesepeda Dari 40 Negara Keliling Desa di Klaten

Klaten, saktenane.com

Pesepeda dari 40 negara mengelilingi desa-desa di Kabupaten Klaten, Kamis (21/05/2026). Mereka bersepada  melewati persawahan yang ada perdesaan di wilayah Kecamatan Prambanan, Jogonalan, hingga Manisrenggo. Kegiatan bersepeda bersama ini dimulai dari kawasan Candi Prambanan menuju Candi Plaosan.

Bersepeda keliling pedesaan ini adalah kegiatan   ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026. Ratusan pesepada dari mancanegara dan domestic ikut meramaikan event yang merupakan bagian dari  rangkaian  Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.

Tidak ketinggalan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Sekda Jawa Tengah, Sumarno turut serta dalam kegiatan bersepeda mendampingi Duta Besar Belanda dan Jerman.

Dalam event ini, para pesepeda diajak keliling desa ke desa. Berbagai jenis sepeda ikut ambil bagian di ajang ini, mulai dari sepeda klasik seperti onthel dan jengki, sepeda modern seperti sepeda lipat dan city bike, hingga sepeda Penny Farthing yang memiliki roda Besar di bagian depannya.

Pada pemberhentian pertama, peserta diajak menengok kerajinan batik ciprat dan dolan bocah di Desa Kemudo, Prambanan.

Di sejumlah titik pemberhentian, para peserta khususnya pesepeda dari mancanegara antusias melihat berbagai potensi UMKM dan budaya lokal. Ajang tersebut diikuti delegasi dari 40 negara.

“Lewat kegiatan ini bersama-sama kita promosikan kembali kegiatan bersepeda sebagai budaya keseharian kita,” ujar Bupati Klaten.

Menurut bupati, ajang ini sekaligus menjadi promosi pariwisata di Klaten, khususnya sport tourism.

“Rute yang diambil memang sengaja dipilih sekaligus untuk mempromosikan potensi desa di Klaten. Harapan kami, ajang ini turut meningkatkan daya tarik wisata di Klaten,” harap Mas Hamenang.

Di tempat yang sama, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste mengapresiasi penyelenggaraan KLIC Fest 2026. Terlebih Indonesia, khususnya Klaten memiliki destinasi pariwisata yang luar biasa.

“Kegiatan ini sungguh luar biasa, apalagi banyak destinasi wisata yang indah, seperti peninggalan candi-candi,” ungkap Ralf. (i&o)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *