Umum

BST Di Desa Kraguman Nyasar Ke Perangkat Desa, Wargapun Protes

Klaten, saktenane.com

Bansos yang dianggap tidak tepat sasaran membuat warga Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten mendatangi kantor desa setempat, Jumat (29/05/2020)

Warga datang ke kantor desa dengan tujuan untuk memprotes bansos yang tidak tepat sasaran dan menanyakan kepada kepala desa kenapa hal ini bisa terjadi.

Warga Desa Kraguman, Sugiyanto alias Gatot kepada JPN mengatakan,
dirinya kesini tidak untuk meminta bantuan, tetapi ingin menanyakan kepada Kades kenapa disini justru kebanyakan yang mendapat bantuan malah perangkat desa dan satgas Covid-19.

“Saya juga sudah bertanya kepada Pak Sekdes, katanya data dari atas, Pak Sekdes selalu “ngeyel” kalau data dari atas,” ucapnya.

Maksud dan tujuan mendatangi kantor desa, disamping memprotes supaya bansos tepat sasaran, Gatot yang juga seorang mantan kepala desa ini menambahkan, dirinya juga ingin meluruskan karena istrinya membuat status di media sosial Facebook yang intinya menanyakan kenapa bantuan di Desa Kraguman yang mendapatkan kebanyakan perangkat desa dan satgas Covid-19 padahal aturanya tidak boleh?
Namun status tersebut dikomentari oleh salah satu perangkat desa di Desa Kraguman dengan bahasa yang kasar dan dianggap sudah menghina karena ada kata kata “beda kelas” dan “mulut comberan”.

Aturan mengenai Bantuan Sosial sudah sangat jelas aturannya, bahwa untuk ASN termasuk perangkat desa, TNI/Polri dan pensiunan tidak boleh menerima, Baik itu BST Kemensos, DTKS Propinsi maupun Kabupaten maupun BLT Dana Desa.

“Kami hanya warga biasa wajar kalau kami bertanya, seharusnya sebagai perangkat desa menjelaskannya tidak dengan emosi seperti itu,” katanya.

Gatot menyatakan masalah ini dianggap belum selesai karena belum ada permintaan maaf secara tertulis dari perangkat desa yang bersangkutan.

“Masih ngambang bagi saya, masih dongkol juga, karena saya juga cuma manusia biasa, sebenarnya kalau Bayan Ufa minta maaf sebenarnya masalah ini selesai, tetapi kenyataanya nggak mau minta maaf malah besar kepala dan “ngeyel” seolah olah tidak bersalah,” tandas Gatot.

Sementara Kepala Desa Kraguman, Sunaryo mengatakan, bahwa semua bantuan BST yang atas nama perangkat desa sudah dinonaktifkan dan dialihkan kepada yang berhak menerima.

“Kita sudah melangkah ke dinas sosial, kita sudah menonaktifkan sesuai prosedur dan sudah melaporkan kepada camat,” ucap Sunaryo.
(ino)

Add Comment

Click here to post a comment