Umum

Biennale Bank Sampah Bakal Digelar Di Desa Paseban Bayat

Klaten, saktenane.com

Biennale bank sampah bakal digelar di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Sampah merupakan permasalahan yang harus dicarikan solusi dan inovasi supaya sampah yang semula menjadi masalah, nantinya akan menjadi berkah. Menyikapi hal ini, maka Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Klaten dan para seniman akan mengadakan Biennale Bank Sampah di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada 23 sampai 30 Juli 2020 mendatang.

Inisiator Biennale Bank Sampah, Temanku Lima Benua (Liben) saat press release di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Klaten, Selasa (14/07/2020), menjelaskan, Biennale Bank Sampah ini bertujuan untuk menanamkan mindset (pola pikir) kepada generasi Z (generasi yang lahir diatas tahun 2000), warga pengelola Bank Sampah, serta masyarakat Klaten bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama.

“Kebersihan itu bukan saja bagian dari iman, akan tetapi menjadi kewajiban dan investasi masa depan,” ujarnya.

Liben mengatakan, untuk mengurangi sampah, maka upaya yang paling mendasar atau yang pertama kali dilakukan adalah dengan tidak menghasilkan sampah.

” Tetapi jika sampah tetap dihasilkan, maka harus dilakukan pemilahan sampah yang dihasilkan dan memastikan semua sampah dimanfaatkan kembali sehingga menjadi sumber daya dan tidak terbuang sia-sia ke lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut Liben menyatakan, jika pemilahan sampah sudah menjadi  mindset orang, maka dengan sendirinya mereka akan konsisten. Karena sudah menjadi kesadaran kolektif dalam memilah sampah.

“Persoalan sampah adalah persoalan mindset. Selama ini mindset kita membuang sampah. Jika membuang sampah, masukkan ke dalam satu tong, dan semua sampah tercampur. Maka, pemilahan sampah harus menjadi mindset yang sebenarnya dan mendasar,” ucapnya.

Kata Liben, kesadaran orang membuang sampah pada tempatnya, dinaikkan levelnya menjadi sadar memilah sampah. Sampah yang telah dipilah organik, plastik, kertas, dan logam, kemudian diolah menjadi sumber daya yang dapat mendorong sirkulasi ekonomi.

Liben menjelaskan, Biennale Bank Sampah ini akan diisi dengan berbagai agenda dan kegiatan, seperti performance art (penampilan seni), pameran hasil karya dari limbah sampah, diskusi publik, dan lainnya.

Dutempat yang sama, Direktur Biennale Bank Sampah yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Klaten Srihadi menyambut baik event Biennale Bank Sampah ini. Melalui Biennale Bank Sampah ini diharapkan dapat mengurangi persoalan pengelolaan sampah di Klaten.

“Di Klaten ini setiap harinya menghasilkan 70 ton sampah. Maka, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah harus terus ditingkatkan. Optimalisasi bank sampah juga perlu terus disosialisasikan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah merubah mindset masyarakat, bahwa sampah adalah tanggung jawabku,” pungkasnya. (red)

Add Comment

Click here to post a comment