Umum

Ada Tiga Desa di Klaten Yang Masuk Dalam Prakiraan Daerah Bahaya Erupsi Merapi

Klaten, saktenane.com

Menyusul adanya kenaikan status Gunung Merapi yang kini berstatus siaga level III, Pemerintah Kabupaten Klaten telah menyiapkan tiga tempat evakuasi sementara atau TES bagi masyarakat yang berada di daerah bahaya Merapi.

Setidaknya ada tiga desa di Kabupaten Klaten yang masuk dalam prakiraan daerah bahaya yakni Desa Tegalmulyo, Desa Sidorejo, dan Desa Balerante.

Berdasar data Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten yang dirilis Senin, 9 November 2020 terdapat tiga TES yang disiapkan dan beberapa diantaranya telah diisi oleh masyarakat kelompok rentan yang mengungsi.

Salah satunya adalah Desa Balerante, pada desa tersebut terdapat tiga dusun yang berada pada daerah bahaya yakni Dusun Sambungrejo, Ngipiksari dan Gondang. Tercatat pada Minggu (08/11/2020) sebanyak 70 jiwa melakukan pengungsian di TES Balai Desa Balerante.

“Pengungsi di Desa Balerante bersifat tetap, khususnya kaum rentan. Untuk yang lainnya bila siang hari kembali ke rumah masing – masing dan melakukan aktivitas seperti biasa namun tetap dengan kewaspadaan dan pemantauan dari tim desa,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten Nur Cahyo, Selasa(10/11/2020).

Selanjutnya, di wilayah Desa Tegalmulyo terdapat beberapa dusun yang berada pada daerah bahaya yakni Dusun Pajekan, Cangkuk dan Sumur. Data terkini pada Minggu (08/11/2020), sebanyak 84 jiwa masyarakat ketiga dusun tersebut melakukan pengungsian di TES Desa Tegalmulyo. Pengungsian di Desa Tegalmulyo saat ini bersifat sementara yaitu pada malam hari saja.

Kemudian, pada Desa Sidorejo terdapat tiga dusun yakni Dusun Petung, Kembangan dan Deles. Meski masyarakat belum melakukan pergeseran atau evakuasi namun TES telah disiapkan dengan bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kalimosodo.

“TES ketiga desa tersebut masih masuk radius daerah aman lebih dari 5 km dari puncak Gunung Merapi,” imbuhnya.

Mensikapi perkembangan tersebut BPBD Klaten segera akan melakukan pendampingan di TES dan mendata kebutuhan yang harus segera diadakan. Selain itu juga melakukan monitoring dan pemantuan Posko Aju di Kecamatan Kemalang, serta aktivasi DU BPBD di Posko Induk. (ino)