Umum

Peran Ibu Sangat Dibutuhkan Saat Pandemi

Semarang, saktenane.com

Peranan ibu di masa pandemi Covid-19 sangat penting bagi keluarga. Karenanya, kondisi kejiwaan, psikologi, sampai kesehatan ibu haruslah tetap terjaga.Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo  saat diskusi virtual “Kiprah Ibu di Pusaran Pandemi”, Selasa (22/12/2020) malam.

Hadir sebagai narasumber lainnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga , Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriani, Presiden Direktur &CEO XL Axiata Dian Siswarini, dan istri Cawalkot Surakarta Selvi Ananda Gibran Rakabuming.

Menurut Atikoh, di Jawa Tengah ada beberapa hal yang dilakukan PKK agar ibu tetap bisa bertahan dengan baik, seperti menjaga kesehatan dan psikologinya. Pasalnya, saat pandemi memang tidak sedikit kasus kekerasan pada ibu, yang berujung pada sikap ibu terhadap anaknya.

“PKK melakukan pendampingan sampai tingkat RT RW. Di Kota Semarang dan kabupaten kota lain ada visum gratis oleh PKK,” terangnya.

Atikoh mencontohkan di masa pandemi, ibu juga harus bertindak serba bisa meski kadang mengalami keterbatasan. Misalnya, ibu harus menjadi guru saat anaknya melakukan sekolah daring. Padahal tidak semua pelajaran anak dikuasai ibu.Ditambahkan, peran ibu juga sangat besar dalam memutus penyebaran Covid-19. Apalagi, klaster keluarga terhitung tinggi, termasuk di Jawa Tengah. Sehingga, dibutuhkan edukasi agar anggota keluarga juga menjaga diri dan kebersihannya, terutama mereka yang bekerja di luar rumah.

Pelayanan terhadap perempuan, kata Atikoh, terus ditingkatkan. Peran kader posyandu dioptimalkan agar perempuan, mulai remaja, hamil, melahirkan, nifas, mendapat pelayanan terbaik.

“Jangan sampai ibu tidak terlayani. Jangan sampai angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga menyampaikan, peringatan Hari Ibu mengingatkan semua orang agar ibu terus mendapat perlindungan.

“Mari bersama mendukung dan mendorong agar perempuan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan,” kata Bintang.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan, pihaknya berupaya menguatkan rasa aman ibu dalam ketidakpastian. Sebab, dalam survei online yang dilakukannya, potensi kekerasan perempuan masih meningkat. Terutama dihadapi perempuan dari ekonomi bawah di wilayah perkotaan di Jakarta atau di Jawa. Mereka mengalami kekerasan termasuk kekerasan psikologis.

“Komnas perempuan terus melakukan layanan terhadap korban kekerasan. Layanan ini terkonsentrasi di Jawa dan Jakarta,” jelasnya.

Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini Presiden  menuturkan, dalam masa pandemi, pihaknya lebih peduli dengan karyawatinya yang merupakan ibu. Seperti dengan memberikan keleluasaan waktu kerja di rumah.

“Ada fleksibilitas bagi karyawan ibu dalam hal jam kerja,” ucapnya.

Dalam diskusi itu, istri Cawalkot Surakarta Selvi Ananda Gibran Rakabuming, mengungkapkan sebagai ibu dari dua anaknya yang masih balita, dirinya harus menjaga anak tetap sehat. Dia memberikan edukasi ringan yang mudah dipahami anak.

“Kita jangan keluar. Karena ada virus Corona. Virus Corona itu jahat,” ungkap Selvi mencontohkan kalimat edukasi ke anak. (ino)