Umum

Musrenbangdes, Gedung Olahraga Desa Ngawonggo Jadi Prioritas Usulan

Klaten,  saktenane.com

Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) untuk menentukan prioritas usulan pembangunan di tahun 2022 mendatang,  di Desa Ngawonggo,  Kecamatan Ceper,  Kabupaten Klaten , menjadikan pembangunan gedung olahraga sebagai prioritas utama usulan. Adapun Musrenbangdes dilaksanakan di aula kantor desa setempat,  Jumat (29/01/2021) siang.

Gedung yang terletak di Dk. Doyo ini, sudah mulai dibangun tahun 2020  dengan anggaran dari BKK Kabupaten Klaten senilai 100 juta rupiah.

Kepala Desa Ngawonggo, Muhammad Ari Suryanto mengatakan, dengan bertambahnya rumah penduduk membuat berkurangnya tempat yang nyaman untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, semacam resepsi, senam dan juga olahraga yang lain.

“Gedung dengan ukuran 20 meter X 35 meter ini, nantinya selain digunakan untuk olahraga, badminton, senam dan lainnya, juga bisa digunakan warga untuk resepsi maupun hajatan,” ungkapnya, Jumat (29/01/2021) siang.

Ia menyebutkan, pembangunan gedung olahraga ini bakal menelan beaya 2 Miliar rupiah. Dana tersebut akan dianggarkan dari berbagai anggaran yang ada di desa.

“Disamping  pembangunan gedung olahraga,  prioritas yang lain, yakni pembangunan 2  jembatan penghubung antar desa.  Yang pertama jembatan penghubung antara Desa Ngawonggo dengan Tegalrejo dan  yang kedua antara Ngawonggo dengan Desa Ceper,” jelasnya.

Sementara itu,  Ketua BPD Desa Ngawonggo,  Asrofan  menjelaskan,  masih banyak prioritas pembangunan di tahun 2020dan 2021 yang belum terlaksana karena  adanya pandemi Covid-19. Semisal pengaspalan jalan, talud jalan dan talud irigasi.

“Nantinya semua yang belum terealisasi, juga dimasukkan dalam usulan tahun 2022. Penanganan Covid-19  juga harus masih dianggarkan di 2022, karena kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir,” terangnya.

Dalam sambutannya, Kasi Tapem Kecamatan Ceper,  Hariyanto  menyatakan Musrenbangdes ini merupakan rangkuman dari usulan di dusun yang diusulkan melalui Musdus.

“Usulan dusun dibawa ke tingkat desa sebagai bahan Musrenbangdes.
Semua usulan direkapitulasi menjadi usulan rancangan pembangunan desa tahun 2022,” ucapnya.

Ia menambahkan, usulan tersebut diidentifikasi mana yang menjadi kewenangan desa dan mana yang menjadi kewenangan kabupaten.
Usulan yang menjadi kewenangan kabupaten diusulkan ke Musrenbangcam di kecamatan, selanjutnya diusulkan di Musrenbangda di kabupaten.

Hasil musrenbangdes, menurut Kasi PPM Kecamatan Ceper, Sri Sehati Putra Sakti, akan digunakan sebagai bahan penyusunan RKPDes Tahun anggaran 2022 yang akan dilaksanakan Bulan Juli 2021.
RKPDes akan digunakan sebagai bahan RAPBDes.
RAPBDes setelah disidangkan akan menjadi APBDes Tahun 2022. (ino)