Umum

Cegah Demam Berdarah Merebak, Kader Jumantik Desa Sidowarno Diintensifkan

Klaten, saktenane.com

Untuk mencegah merebaknya Demam Berdarah, kader Jumantik (juru pemantau jentik) Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, diintensifkan untuk memantau jentik nyamuk dilingkungan warga dan memberikan penyuluhan.

Kepala Desa Sidowarno, Joko Sumarno mengatakan, saat musim penghujan, masyarakat harus waspada dengan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

“Kita jangan terlena, jangan sampai kita mengurusi Covid-19 namun melupakan Demam Berdarah. Penyakit ini lebih berbahaya,” ujar Joko Sumarno, Rabu (10/02/2021) siang.

Ia menjelaskan, karena penyakit Demam Berdarah menularnya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, maka untuk mencegahnya harus dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Masyarakat harus melakukan 3M, yakni, menutup, menguras dan mengubur. Menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi, gentong, ember tempat air dan mengubur kaleng-kaleng bekas dan lainnya yang bisa menjadi sarang nyamuk,” tandasnya.

Sementara itu Kader Jumantik Desa Sidowarno, Budayanti menyampaikan, karena situasi pandemi, Kader Jumantik tidak melakukan pemantauan ke rumah-rumah warga, namun untuk penyuluhan tetap dilaksanakan.

“Karena pandemi, kami hanya melakukan penyuluhan, untuk pemantauan jentik diserahkan kepada masing-masing warga. Namun sekarang mulai diintensifkan lagi untuk memantau jentik, biar lebih efektif dan benar-benar warga terbebas dari penyakit Demam Berdarah,” ucapnya. (ino)