Umum

Entaskan Kemiskinan, Desa Meger Lakukan Pemutakhiran Data IDM Berbasis SDGs

Klaten, saktenane.com

Untuk mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Desa Meger, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten melakukan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Adapun bimbingan teknis untuk para relawan dilaksanakan di aula kantor desa setempat, Senin (05/04/2021) pagi.

Kepala Desa Meger, Eko Haryono mengatakan, Pemutakhiran data berbasis Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals(SDGs) adalah pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detil lagi, lebih mikro, sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak.

“Sebagai proses perbaikan, ada pendalaman data-data pada level keluarga dan warga,” ujarnya, Senin (05/04/2021) pagi.

Tujuan pemutakhiran data tersebut, menurut Eko, adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

” Sedangkan Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030,” ungkapnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Ceper, Sugeng Rahayu menjelaskan, pemutakhiran data ini nantinya digunakan untuk acuan menentukan besarnya dana desa untuk tahun anggaran 2022. Penentuan dana desa berdasarkan kinerja dan afirmasi.

“Ini diharapkan menjadi data awal di desa, dan desa harus bisa menjaga data ini. 6 bulan lagi akan diadakan pendataan lagi,” tandasnya.

Ia menyebutkan, dalam pendataan ini melibatkan relawan tingkat RT sebagai relawan pokja offline, sedangkan relawan di desa sebagai admin online. Pendataan offline oleh relawan RT dibatasi hanya 10 hari saja.

“Relawan tidak mendapatkan honor tetapi memperoleh insentif, untuk relawan RT, mendapatkan 5 ribu rupiah untuk setiap KK yang didata. Sedangkan admin desa juga mendapatkan 5 ribu rupiah untuk setiap KK,” jelasnya.

Dalam pendataan, kata Sugeng, ada 4 kuisioner yakni Desa, RT, Keluarga dan Individu. Kuisioner Desa yang mengisi nantinya relawan desa. Untuk kuisioner RT, keluarga dan individu diisi oleh pokja RT.

“Tujuannya untuk memotret potensi yang ada, tanpa rekayasa. Tahap pembangunan dimulai dari pendataan, perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua Relawan Desa, Nursalam menyatakan, terkait pemutakhiran data, sudah diadakan sosialisasi ke 17 RT dan 7 RW di desa setempat. Pihaknya sudah membentuk 17 pokja RT, 7 admin online RW dan 4 admin online desa, total admin online ada 11. Tugasnya memotret kondisi riil di wilayah, sebagai acuan pembangunan di desa.

“Kami sepakat, Kamis (08/04) blangko-blangko pendataan sudah siap, pendataan di tingkat RT dilakukan serentak hari Sabtu (10/04). Waktu pendataan 10 hari,” tandas Nursalam yang juga menjabat sebagai Sekdes Desa Meger. (ino)